1
Ming. Sep 27th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

TERJERAT KASUS NARKOBA, 3 PILOT GARUDA INDONESIA TERANCAM DIPECAT

2 min read

Foto Ist: Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra

JAKARTA-JARRAKPOSBALI.COM – Gara-gara terjerat kasus Narkoba, tiga pilot maskapai penerbangan “plat merah” Garuda Indonesia terancam dipecat.

Ancaman pemecatan atau PHK bagi ketiga pilot nakal itu disampaikan langsung Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra. Irfan menegaskan bahwa direksi PT Garuda Indonesia (Persero) pun turut melakukan penelusuran kasus Narkoba tersebut.

Irfan menegaskan bahwa direksi maskapai “plat merah” itu tidak mentolerir karyawan yang terlibat dalam kasus Narkoba. “Garuda Indonesia tidak memberikan toleransi terhadap karyawan yang terbukti melakukan penyalahgunaan Narkotika dan akan menerapkan sanksi tegas, berupa pemutusan hubungan kerja (PHK),” tandas Irfan dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2020) seperti dikutip dari Bisnis.com.

Baca Juga :  PATROLI HUNTING: KAPOLSEK YUDISTIRA BAGI MASKER GRATIS KEPADA PELANGGAR PROKES

Irfan menyebut, secara berkala Garuda Indonesia juga melakukan pemeriksaan Narkoba kepada seluruh pegawai, sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja sekaligus untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para pengguna jasa Garuda Indonesia.

Seperti diberitakan jajaran Polres Metro Jakarta Selatan menangkap tiga orang pilot diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu. Selain itu polisi juga menangkap seseorang yang diduga kuat sebagai pemasok barang haram itu di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.
“Kita menangkap tiga pilot maskapai di Indonesia dan seorang pemasok,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Budi Sartono di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Baca Juga :  REWARD: PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKOWI RAIH WTP

Budi menyebut ketiga pilot itu berinisial IP, DC, dan DS dari maskapai milik pemerintah dan swasta.

Metro Jakarta Selatan juga menyita barang bukti berupa delapan paket sabu seberat empat gram, sisa paket sabu sebanyak 0,9 gram, serta timbangan. Para pelaku dijerat pasal 114 subsider pasal 112 subsider Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

Penulis: Francelino
Editor: sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *