1
Sen. Sep 28th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

POLITIK: KOSTER BILANG REKOMENDASI TAK PERLU DIKEJAR, PASTI TURUN

2 min read

SAWAN-JARRAKPOSBALI.COM – Sudah dua episode “sinetron politik” ala DPP PDIP diputar, namun Bali masih “terlupakan”. Belum satu helaipun rekomendasi pasangan kandidat bupati/wabup dan walikota/wawalikota untuk Bali yang diterbitkan DPP PDIP.

Pada pengumuman nama-nama pasangan kandidat bupati/wabup versi PDIP tanggal 17 Juli 2020, enam pasangan kandidat bupati/wabup dan walikota/wawali di Bali, cuma menjadi penonton. Bali belum masuk “kloter pengumuman” DPP PDIP kala itu.

Para pemutaran “sinetron politik” ala DPP PDIP kedua Selasa (11/8/2020) kemarin, lagi-lagi para kader PDIP di Bali yang hendak bertarung di pesta demokrasi 9 Desember 2020 mendatang tidak masuk dalam “kloter pengumuman II” tersebut.

Bagaiamana komentar Ketua DPD PDIP Bali, DR Ir I Wayan Koster, MM? Dikonfirmasi media ini usai acara ground breaking alias peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Tamblang, di Sawan Rabu (12/8/2020) siang, Koster yang juga Gubernur Bali itu tidak banyak memberikan pernyataan soal rekomendasi.

Baca Juga :  GUBERNUR KOSTER KONGKRETKAN KEBERPIHAKAN PADA KEBERLANGSUNGAN DESA ADAT DI BALI

Koster hanya menyatakan bahwa rekomendasi itu tidak perlu dikejar karena pasti turun. “Rekomendasi tidak perlu dikejar. Pasti turun,” ujar Koster menjawab pertanyaan media sambil masuk ke dalam mobil dinas Gubernur Bali DK 1 sambil mengibas tangannya dan tersenyum.

Usai di dalam mobil bersama Sekprov Bali Dewa Made Indra, Koster membuka kaca jendela mobil dan tersenyum kepada wartawan media ini dan kesempatan itu dimanfaatkan wartawan media ini untuk mengajukan pertanyaan kedua.

“Katanya Tabanan (pencalonan pasangan kandidat) yang ruwet?” tanya media ini.
“Tidak usah katanya-katanya, pasti turun, tidak usah kejar-kejar rekomendasi. Tunggu saja,” jawab Koster kembali tersenyum dan senyum serupa juga diperlihatkan Sekprov Dewa Indra, sambil berlalu dengan mobil dinas DK 1.

Baca Juga :  REFLEKSI HR PENTAKOSTA: LAHIRNYA GEREJA WACANAI NEW NORMAL PASCA COVID-19

Penelusuran media ini menyebutkan bahwa rekomendasi belum diterbitkan DPP PDIP untuk para kandidat di Bali karena penetapan kandidat bupati di Tabanan yang masih alot. Konon terjadi persaingan antara dua kubu PDIP di Tabanan yakni kubu Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti yang mendorong adik kandungnya maju sebagai kandidat bupati untuk mengganti dirinya, serta kubu Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya yang juga Ketua DPC PDIP Tabanan yang merasa berhak atas rekomendasi dari DPP PDIP itu.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *