Berita

Astaga…! Proyek Penataan Kawasan Wisata Pura Besakih Gunakan Campuran Tanah dan Semen

KARANGASEM, jarrakposbali.com ! Proyek penataan kawasan wisata Pura Besakih (penataan lahan parkir dan pertokoan) diduga dikerjakan oleh rekanan dengan asal-asalan tanpa memperhatikan kwalitas.

Padahal proyek tersebut informasinya menggunakan anggaran hingga ratusan milyar rupiah. Selain dikerjakan secara asal-asalan, pihak rekanan proyek dalam melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan spektenis.

Seperti hasil pengecekan lapangan tim LSM Jarrak Bali di lokasi proyek. Nampak sejumlah pekerja sedang melaksanakan aktifitas proyek, sejumlah pekerja tersebut terpantau telah menerapkam standar keselamatan pekerja (K3).

Sayangnya terkait teknis pengerjaan proyek, pihak rekanan dalam tahap pemasangan pemelesteran lantai dan pemasangan batako menggunakan campuran perekat yang tidak lazim.

Baca Juga :  SAMBUT NYEPI: DESA ADAT BUSUNGBIU GELAR MELASTI TANPA PRATIMA

Biasanya campuran perekat pasangan batako atau pemelesteran lantai menggunakan pasir bercampur semen dengan perbandingan campuran 1 berbanding 4 (satu ember semen berbanding empat ember pasir).

Namun dalam pelaksanaan proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spektenis, yakni menggunaka tanah bekas galian dicampur dengan semen untuk perekat pasangan mapun pemelestaran lantai. Perbandingan campuran juga tidak jelas, sehingga dikuatirkan kualitas sangat buruk.

  Jarrak Travel

Informasi dari salah seorang petugas keamanan (Satpam) yang bertugas di sekitar lokasi proyek, bahwa kabarnya proyek tersebut dikerjakan oleh PT PP.

“Saya dapat informasi proyek tersebut katanya dikerjakan oleh PT PP. Tapi terkait anggaran saya tidak tahu,” ujar salah seorang Satpam yang bertugas di sekitar lokasi proyek dihubungi redakso jarrakposbali.com melalui WhatsApp, Senin (12/92022)

Baca Juga :  Sekda Adi Arnawa Menerima Audiensi PHDI Kabupaten Badung

Petugas keamaan ini juga membenarkan bahwa dalam pengerjaan penataan lahan parkir dan pembangunannpertokoan tersebut menggunakan campuran semen dengan tanah bekas galian, bukan menggunakan pasir seperti proyek-proyek lain pada umumnya.

Terkait dengan hal tersebut, pihak rekanan atau pelaksana proyek belum bisa dikonfirmasi. Sementara video sejumlah pekerja proyek yang sedang melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan campuran semen dan tanah bekas galian telah menyebar luas melalui aplikasi WhatsApp.(dewa darmada)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: