1
Rab. Sep 23rd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

TINJU KELAS BERAT: PERANG URAT SARAF JELANG FURY VERSUS WILDER

2 min read

JARRAKPOSBALI.COM – Masyarakat pencinta tinju kini sedang tidak sabar menunggu pertarungan akbar kelas berat dunia antara juara bertahan WBC Deontay Wilder kontra Tyson Fury.

Pertarung bertajuk rematch itu rencananya akan digelar Sabtu (22/2/2020) atau Minggu (23/2/2020) pagi wita.

Pertarungan penuh dendam dan emosional. Ini lantaran Fury dipukul KO (knock out) oleh Wilder pada pertemuan pertama tahun 2018 lalu.

Kedua petinju sama-sama mencatat rekor yang menakjubkan. Tyson Fury mencatat 29 kali menang dan 20 diantaranya menang KO, 1 kalah. Wilder lebih hebat lagi. Ia mencatat rekor 42 kali menang dengan 41 menang KO dan 1 kali kalah.

Dua minggu jelang pertarung rematch nan akbar tersebut, kedua petinju mulai terlibat dalam perang urat saraf alias psycho-war.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: BULELENG MAKSIMALKAN RAPID TEST UNTUK DETEKSI AWAL

Seperti dikuitp Tempo.co, Fury mengatakan dia tidak khawatir tentang pertandingan ulangnya dengan Wilder. Nada bernuansa meremehkan itu dibalas oleh lawannya, Wilder. Dengan nada tak kalah sinis, Wilder mengatakan dia melihat ada aroma kekhawatiran di wajah Fury . Ini terlihat saat Fury melakukan persiapan, di antaranya dengan memecat pelatih Ben Davidon dan menambah berat badan.

Bagaimana respon Fury? Namun Fury membantahnya. Fury mengaku dia tidak gugup menghadapi pertarungan melawan Wilder. “Jika saya memenangkan sabuk ini, maka saya telah memenangkan semua gelar yang ada. Jika saya kalah, saya akan senang, karena saya tahu saya tidak cukup baik untuk mengalahkan Deontay Wilder,” kata Fury seperti dikutip Tempo.co dari Boxingnews24.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: DI BULELENG SATGAS DESA DILEBUR JADI SATGAS GOTONG ROYONG BERBASIS DESA ADAT

Setelah dilatih pelatih baru SugarHill Steward, kini Fury menyebarkan ancaman buat Wilder. Fury mengancam akan memukul KO Wilder dalam pertarungan yang dijuluki “Pertarungan Abad Ini”.

Wilder menanggapi ancaman rivalnya itu dengan tidak kalah sinisnya. Wilder mengatakan kepada TheBoxingVoice, “Banyak hal yang dia lakukan membuat saya merasa seperti dia mencari alasan ketika dia kalah.”

“Masalah berat misalnya, saya tidak ingin mendengar ada alasan ia tidak cukup waktu untuk mencapai kondisi terbaiknya,” kata Wilder sinis. Kita Tunggu siapa yang paling perkasa di kelas berat abad ini!

Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *