1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

DIDUGA FRUSTRASI, WAITRESS CAFÉ TITIT GANTUNG DIRI

3 min read
    GEROKGAK-JARRAKPOSBALI.COM – Jumat (13/3/2020) dinihari penghuni mes Cafe Titit dibuat geger. Ini lantaran seorang waitress Café Titit bernama Adelia Mrsya, 16, tiba-tiba saja gantung diri di tiang kayu mes café tersebut.

    Café Titit berlokasi di Banjar Dinas Melanting, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerkgak, Kabupaten Buleleng,Bali.

    Waitress Adelia berasal Dusun Kemiritan, Desa Tebuan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa timur.

    Informasi yang diperoleh Jarrakposbali.com di lapangan menyebutkan bahwa korban Adelia gantung deiri dengan menggunakan selendang warna hitam di depan kamar mandi terikat di tiang kayu bangunan mes karyawan Cafe Titit Banjar Dinas Melanting, Desa Banyupoh, Jumat (13/3/2020) dinihari sekitar pukul 02.45 wita.

    Sumber di lokasi menyebutkan bahwa orang pertama yangmenemukan korban adalah Gede Subawa, 28, karyawan Café Titit. Subawa beralamat di Banjar Dinas Laba Sari, Desa Banyupoh. Buleleng.

    Diceritakan, Jumat (13/3/2020) dinhari sekitar pukul 02.30 wita korban Adelia ngobrol dengan Violita (Waitress Violita, 23, berasal dari Dusun Curah Pacul, RT 1 RW 2 Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa timur) juga waitress di Café Titit, di kamar mes cafe Titit. Kemudian korban Korban keluar kamar dan mengatakan mau kencing.

    Setelah sekira 15 menit kemudian, saksi Gede Subawa juga mau kencing namun saksi sangat terkejut setelah melihat korban tergantung di tiang mes cafe Titit. “Subawa kemudian memberitahu rekan korban bernama Yulidan Vionita,” cerita sumber terpercaya yangn enggan ditulis namanya di media.

    Kemudian Subawa menyampaikan kejadian tersebut kepada pemilik Cafe Titit, Kadek Suama dan melaporkan ke Polsek Gerokgak.

    Informasi dari Polsek Gerokgak menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan medis dokter Puskesmas Gerokgak II dr. Ni Made Yetty Sukmayani menerangkan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada korban, badan sudah kaku, terdapat bekas jeratan di sekeliling leher. “Modus operandi awal diduga korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena frustasi,” ujar sumber dari Polsek Gerokgak.

    Saat ditemukan, korban Adelia menggunakan baju kaos warna hitam, celana pendek warna hitam, mata hitam, rambut lurus hitam cat merah di bagian bawah, tato bertuliskan ADELIA MARSYA di lengan kanan, tato bertuliskan MARSYA ditangan kanan, tato bunga di punggung tangan, tato bintang dileher kanan, ,jaringan parut dirahang kiri bawah, cat kuku merah muda pada kedua jari kaki dan tangan, bra warna putih biru motif garis garis, lebam mayat di punggung, celana dalam merah agak basah didekat alat kelamin motif bunga.

    Korban sudah kaku dirahang bawah, mata lemas, tangan lemas, kaki lemas, jejas jerat leher melingkar tidak penuh dengan arah ke atas, pada bagian belakang leher pada sisi kanan samping batas atas 7 cm dari ujung bawah daun telinga, batas bawah 8 cm lebar 1 cm, sisi bagian belakang 4 cm dari tepi rambut bawah batas bawah 4,2 cm, Jejas jerat bercabang di bagian sisi kanan leher, panjang melintang 10 cm, benda di samping jenasah sandal biru dan jirigen, telinga kanan anting 1 sumpel 2, telinga kiri Sumpel 1, basah dibagian alat kelamin dalam, lebam mayat bagian kedua mata, pupil mata bulat diameter 5 ml kanan kiri, mata hidung tidak ada kelainan,telinga tidak Keluar cairan, Dubur teraba basah, bibir atas bawah tampak kebiruan disertai lipstick merah muda, selaput lendir mulut pucat, lidah tidak ada kelainan, gigi lengkap, tulang tulang tidak ada kelainan.

    Bagaimana posisi korban saat ditemukan? Posisi korban saat tergantung: panjang korban 150 cm, jarak dari simpul ke tanah 2 meter, jarak dari leher atas ke atap (simpul atas) 20 cm,-jJarak dari kaki ke tanah ujung kaki nempel ditanah.

    Menitipkan mayat korban di RSUD Buleleng sambil menunggu keluarga korban.

    Penulis: Francelino
    Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *