BeritaDaerahKeagamaan

Hadiri Ngaben Masal Desa Adat Palian, Bupati Tabanan Puji Konsep Gotong Royong Warga

TABANAN, jarrakposbali.com | Komitmen mewujudkan pembangunan Tabanan secara sekala dan niskala, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, secara berkelanjutan memberikan dukungan dan apresiasi dalam setiap pembangunan yang dilakukan masyarakat, terutama dalam Karya Atiwa-tiwa Ngaben Masal.

Didampingi oleh DPR RI I Made Urip, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, dan anggota DPRD I Nyoman Suta, Sekda, OPD terkait, Camat dan unsur Muspika Kecamatan Baturiti, Bupati Sanjaya mendatangi langsung Karya Atiwa-tiwa Ngaben Masal yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa Adat Palian, Desa Luwus, Baturiti, Minggu, (13/3).

Dalam kegiatan yang dipusatkan di wantilan Desa Adat Palian itu, Bupati Sanjaya disambut ramah warga yang hadir. Ia mengaku sangat bangga bisa hadir di tengah-tengah masyarakat, karena merupakan suatu kebahagiaan bisa bertatap langsung dengan masyarakat.

Baca Juga :  Lantik dan Kukuhkan 391 Pejabat Sruktural

Bupati Sanjaya pun sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan masyarakat Desa Adat Palian setiap 5 tahun sekali ini. Dia menganggap konsep ini sangat bagus dan berpihak kepada masyarakat. “Ini konsep pengabenan yang bagus sekali dengan landasan konsep gotong-royong. Jadi biayanya menjadi sangat ringan,” ujar Sanjaya.

Menurutnya juga, makna dari Nagben Masal ini sama dengan pengabenan yang dilakukan secara pribadi atau perseorangan. Dimana, pengabenan bisa menelan biaya yang cukup besar. ” Karena ini pengabenan bersama, masing-masing sawa hanya kena kurang lebih 10 juta rupiah,” terangnya. Bahkan ini dianggap lebih murah dari harga hp android yang branded.

Disamping itu, dalam membangun karya pasti ada timbul suatu perbedaan-perbedaan yang bisa mengganggu persatuan masyarakat. Untuk itu, Ia meminta kepada seluruh masyarakat agar mempertahankan semangat gotong-royong yang berlandaskan dengan rasa kekeluargaan. “Saya yakin kegiatan ini sudah dibangun dengan niat tulus ikhlas, sangkaning lascarya. Kalau semua landasan itu tidak ada, susah kita mewujudkan pembangunan. Ini merupakan sradha bhakti terhadap leluhur,” Bupati Sanjaya menambahkan.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: GUBERNUR UMUMKAN NEW NORMAL DI BALI DIBUKA TANGGAL 9 JULI
  Jarrak Travel

Sesuai data di lapangan, I Wayan Brata Yasa selaku Bendesa Adat Palian, mengatakan Ngaben kali ini diikuti oleh sebanyak 18 Sawa dan 2 Nyekah. Masing-masing sawa dikenakan biaya kurang lebih Rp. 10 juta rupiah. Atas kehadiran Bupati, Ia mewakili seluruh warga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dan berharap pihak Pemkab dan jajaran akan selalu mendukung pembangunan di wilayahnya.(td/JP).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: