Berita

Tingkatkan Pengetahuan, Staf Admin DPC Gapensi Dilatih Tim Tinjauan Permohonan Sertifikasi Badan Usaha

DENPASAR, jarrakposbali.com | Guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dibidang pelayanan proses perijinan bagi anggota, organisasi Gapensi menyelenggarakan pelatihan tim tinjauan permohonan sertifikasi badan usaha LSBU, PT. Gamana Krida Bhakti.

Pelatihan rencananya berlangsung dua hari, yang dimulai Jumat, 13 Mei 2022, di ina sindhu beach hotel Bali, Denpasar. Pelatihan diikuti oleh para staf administrasi masing-masing DPC Gapensi se-Bali, NTB dan NTT.

Disela-sela pelatihan, Ruslan Rivai Wakil Ketua 1 Gapensi kepada jarrakposbali.com mengatakan, pelatihan ini dimaksudkan untuk

meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan dari pengurus cabang yang ada di Bali, NTB dan NTT.

“Ini juga upaya Gapensi dalam hal meningkatkan pelayanan terhadap anggota dalam proses perijinan berusaha sesuai dengan peraturan perundang-perundangan yang berlaku,” terangnya, Jumat (13/5/2022).

Banner Iklan Sariksa

Ruslan juga mengatakan, saat ini baru 7.000 sepuasifikasi yang bisa mengikuti tender pemerintah. Sedangkan tahun sebelumnya ada 350 ribu sepuasifikasi yang di sediakan oleh penyedia jasa.

Hal itu menurutnya karena persyaratan sangat berat. Namun kemudahan persyaratan masih dalam proses. Jika proses kemudahan persyaratan tersebut tidak dikeluarkan pada bulan ini, pihaknya yakin pembangunan intrastruktur terhambat.

“Di Bali sendiri hanya ada 55 perusahaan yang sudah memiliki perijinaan berusaha. Secara hukum ya, memang ada relaksasi pembaharuan sertifikat yang lama masih bisa di berlakukan,” imbuhnya.

Karena tantangan itu menurutnya, dipandang perlu melakukan pelatihan terhadap staf administrasi di masing-masing DPC untuk lebih maksimal melayani anggota dalan proses perijinan berusaha.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: JAGA PINTU MASUK WILAYAH BARAT, GTPP COVID-19 BULELENG BANGUN POS SEKAT DI LABUAN LALANG

Sementara itu Ketua Gapensi Bali Wayan Adnyana mengatakan, saat ini memang sangat dibutuhkan adanya tim tinjauan yang betul-betul mempunyai pengetahuan yang sangat mendalam terkait proses SBU.

 

“Anggota kita secara umun adalah kecil dapatkan espen, ini tentunya sangat sulit mengikuti proses lelang,” terangnya.

Semenjak pihaknya menerima produksi dari BPUP terkait dengan SKT, 14 maret 2022 lalu menurut Adnyana, pihaknya langsung berkomunikasi dengan anggota. Untuk diketahui, SBU ini akan memberikan kewenangan pada BPD, untuk menunjukan tim tinjauan permohonan bila memiliki tim minimal 1 persen di luar anggota di daerahnya.

Baca Juga :  PEGADUNGAN, RINTISAN DESA PENGGERAK UMKM DESA, KEMBANGKAN KRIPIK TALAS

Adnyana juga menyampaikan keluhan Gapensi Bali kepada BPP. Wawasan ketentuannya diatur dalam persyaratan dalam proses SBU ini di rasakan perlu dapat perhatian BPP untuk berbicara kepada pemerintah dan pimpinan pusat. Hal ini sangat penting dan sudah berkali-kali diingatkan. (Ded)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: