KARANGASEM, JARRAKPOSBALI.com | Bali sedang bersiap membuka pariwisata internasional. Sejumlah kebijakan sedang digodog untuk menyongsong dibukanya pariwisata di Bali. Begitupun dengan Karangasem, Kabupaten paling timur di Pulau Bali yang juga sedang mempersiapkan diri dalam dibukanya Pariwisata di Kabupaten Karangasem.

Dengan berbagai persiapan, Kabupaten Karangasem juga sudah siap akan membuka Pariwisata internasional. Dengan persiapan yang matang dan penerapan standar hotel dan restoran sudah di godok. Ketua PHRI Kabupaten Karangasem meninjau beberapa lokasi di wilayah Amed guna memastikan kesiapan pihak hotel maupun restoran dalam persiapan dibukanya Pariwisata. Minggu 13 Juni 2021.

 

Dijumpai jarrakposbali.com ketika meninjau lokasi Ketua PHRI Kabupaten Karangasem I Wayan Kariasa mengatakan saya sampaikan kepada seluruh anggota untuk menyiapkan diri dan meyakinkan diri untuk mengikuti program pemerintah melalui penerapan protokol kesehatan yang berbasis “CHSE” Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). CHSE difasilitasi Pemerintah guna mendapatkan Sertifikat. Wajib menjadi satgas dilingkungan usahanya baik untuk karyawannya maupun orang-orang yang beraktifitas dilingkungan perusahaannya. “Ungkapnya.

Baca Juga :  TNI: KODIM JEMBRANA TANAM PADI DI LAHAN DEMPLOT MILIK WARGA BINAAN

 

Dihubungi secara terpisah melalui whatsapp kepala Plt. Kepala Dinas Pariwisata I Komang Agus Sukasena mengatakan “ada dua (2) hal yang harus dilakukan sehingga bisa dikategorikan siap menerima kunjungan wisata di bulan Juli mendadang “jika jadi dibuka”. Yang pertama Vaksinasi bagi pelaku Pariwisata yang sudah digencarkan pada awal terselanggaranya Vaksinasi. Dan yang kedua untuk Hotel, Restoran dan Obyek Wisata lainnya diharapkan menerapkan “CHSE” Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). Untuk CHSE ada Sertifikatnya, dan dikeluarkan bagi pelaku Pariwisata yang memohonkan untuk bisa diverifikasi.”ujarnya

Baca Juga :  TANGKAP TERPIDANA NARKOBA DPO, DAPAT “BONUS” TERSANGKA BARU

 

Dengan kedua upaya tersebut maka para pelaku pariwisata memiliki pondasi dalam melakukan Promosi Pariwisata. Dengan usaha tersebut pelaku Pariwisata sudah menunjukkan komitmen mereka dalam menerapkan Protokol Kesehatan di lingkungan kerjanya sehingga sertifikat tersebut menjadi jaminan bagi para Wisatawan saat berkungjung nantinya, disamping kita melakukan verifikasi kita juga melakukan pemantauan bagi yang sudah mendapat sertifikat, sewaktu-waktu kita kunjungi untuk melihat sejauh mana komitmen dalam menerapkan Protokol Kesehatan. “katanya./je

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here