BeritaBulelengDaerahPolitik
Trending

KPU Buleleng Harap Masyarakat Lapor Diri Apabila Nama Dicatut di Sipol

SINGARAJA, Jarrak Pos BaliKPU Buleleng mengharapkan agar masyarakat Buleleng melaporkan diri apabila namanya dicatut di Sipol.

Peristiwa pencatutan nama masyarakat khususnya di Kabupaten Buleleng membuat geger publik.

Ini lantaran ketidaktahuan serta ketidakikutsertaan yang bersangkutan dalam partai politik seperti yang tercantum di Sipol.

Mereka merasa kaget dan heran padahal tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) ataupun mendaftarkan diri sebagai anggota salah satu partai politik.

Kejadian tersebut membuat KPU Buleleng menyarankan kepada masyarakat untuk melaporkan diri apabila hal itu terjadi.

Langkah itu bertujuan untuk mengklarifikasi agar data yang bersangkutan dapat segera dihapus dari Sipol.

  Jarrak Travel

“Masyarakat diharapkan untuk melapor apabila terjadi hal tersebut,” ungkap Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana.

Dudhi menjelaskan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi klarifikasi dari masyarakat yang mengadu dengan mempertemukan yang bersangkutan dengan LO partai.

Baca Juga :  Tertangkap! Pelaku Jambret di Gerokgak

“KPU Buleleng hanya memfasilitasi, yang mengurus dan menghapus itu tugas dari DPP partai di pusat,” jelasnya.

“Bersamaan dengan klarifikasi itu, kami juga meminta kepada LO partai agar tetap berkoordinasi dengan DPP pusat terkait penghapusan itu,” tambahnya.

Terkait dengan klarifikasi masyarakat mengenai adanya nama mereka di Sipol, Ketua KPU Buleleng itu menyebutkan mereka telah menyiapkan termin.

Termin klarifikasi itu akan terbagi menjadi empat gelombang, gelombang satu dari tanggal 1-14 September dan gelombang dua 15 September sampai 12 Oktober.

Kemudian gelombang ketiga mulai dari 15 Oktober sampai 10 November, dan gelombang keempat dari 10 November sampai 7 Desember 2022.

Kebanyakan ASN

Sementara itu dari penuturan Ketua KPU Buleleng, rata-rata masyarakat yang namanya tercatut di Sipol berprofesi sebagai ASN/PNS.

Dudhi Udiyana menyebutkan bahwa di Buleleng sudah ada 16 orang masyarakat yang melaporkan pencatutan nama itu ke pihaknya.

Baca Juga :  Dukung Program Pemerintah Bali, Yayasan Kris Bali Ingin Usulkan Pendirian Sekolah Budaya ke Gubernur

Ia mengungkapkan bahwa rata-rata masyarakat yang namanya tercantum dalam Sipol sebagai anggota salah satu parpol merupakan ASN/PNS.

“Kebanyakan sih ASN, dari pegawai di lingkup Pemkab Buleleng sampai guru,” ungkapnya saat dikonfirmasi pada hari Selasa, 13 September 2022 di Kantor KPU Buleleng.

Di Buleleng sementara seret lima partai

Mengenai partai yang mencatut nama masyarakat Buleleng, Dudhi Udiyana menyebutkan ada lima partai hingga saat ini.

Data tersebut berdasarkan laporan masyarakat yang datang ke pihaknya, antara lain Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Lalu ada nama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Ummat, dan Partai Buruh.

“Untuk di Buleleng sementara baru itu saja,” singkatnya. (fJr/JP)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: