1
Sel. Sep 22nd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

VIRUS CORONA:LAGI, KRAMA ADAT BATURINGGIT PERANTAUAN “SARBAGITA” BERBAGI SEMBAKO

2 min read

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Krama Desa Adat Baturinggit, Karangasem, yang sedang berada di perantauan khususnya yang berdomisili di wilayah SARBAGITA (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan), kembali bagi-bagi paket sembako kepada krama Desa Adat Baturinggit.

Kegiatan social dalam rangkaian peduli sesama COVID-19 ini digelar Minggu (14/6/2020) di Jalan Bedugul 7XX No 2 Sidakarya, Denpasar.

Ketua pengurus krama Adat Tempek Rantauan, Wayan Darsana menjelaskan bahwa aksi social-kemanusiaan bagi-bagi sembako ini merupakan yang ketiga kali sejak pandemic COVID-19 mewabah di Pulau Dewata. “Ini merupakan pembagian yang ketiga dari sejak munculnya wabah covid 19,” jelas Darsana.

Baca Juga :  PEMKAB BULELNEG NGATURANG BHAKTI PENGANYAR DI PURA LUHUR BATUKAU

Darsana menyebutkan bahwa jumlah paket sembako yang didistribusikan sebanyak 453 paket sembako dan diberikan kepada warga Desa Adat Baturinggit sebanyka 417 kepala keluarga (KK) serta 23 warga lansia dan yatim piatu 13 orang.

Dipaparkan Darsana, paket sembako yang dibagikan tersebut berasal dari donasi para donatur baik yang berasal dari Desa Baturinggit maupun para donatur lainnya serta bantuan Desa Adat Baturinggit dan Dinas Sosial Kabupaten Karangasem. Kemudian dibagikan kepada warga Adat Tempek Rantauan yang tidak mampu.

Baca Juga :  OBITUARI: MANTAN WAKIL JAKSA AGUNG DIABEN, KASDAM IX/UDAYANA HADIR JADI IRUP

Diharapkan, dengan diserahkannya bantuan sembako ini dapat meringankan beban warga Desa Adat Baturinggit khususnya yang ada diperantauan. “Mari sama-sama kita berdoa semoga COVID-19 cepat berakhir dan kita semua bisa beraktivitas kembali serta kita semua selalu ada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Darsana.

Penyerahan paket sembako ini juga dihadiri oleh seluruh pengurus Desa Adat Baturinggit Tempek Rantauan serta Nyoman Sariana dan Nyoman Tunas yang merupakan tokoh desa adat di perantauan.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *