DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – SOSOK wanita ini sudah tidak asing lagi bagi public Bali. Karena wanita kelahiran Buleleng ini selalu mengaungkan dan memperjuangkan nasib orang dengan ganguan jiwa (ODGJ).

Dialah Prof DR dr Luh Ketut Suryani, MD. Wanita murah senyum yang menyandang gelar guru besar di Fakultas Kedokteran (FK) Universita Udayana (Unud )Denpasar itu sangat concern dengan persoalan ODGJ.

Karena kepeduliannya terhadap ODGJ di Bali, sampai-sampai psikiater ini mendirikan Suryani Institute Mental Health (SIMH) tahun 2005. Pendirian SIMH itu sebagai wujud dedikasi ilmu dan waktunya untuk menangani ODGJ, sebagai seorang psikiater.

Ide mendirikan SIMH itu bermula dari perjalanannya menyusuri desa-desa di Bali, yang mengungkap sebuah fakta. Menurut data Suryani Institute Mental Health, setidaknya 350 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bali hidup dalam kondisi terpasung oleh keluarganya sendiri.

Baca Juga :  Institut Teknologi Bandung (ITB)

Berpusat di Denpasar, Bali, secara sukarela Suryani dan relawan SIMH turun tangan dalam menangani ODGJ yang sulit mendapatkan akses kesehatan karena faktor ekonomi dan geografis. Sementara itu data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan terdapat sekitar 9000 orang menderita gangguan jiwa di Bali dan diperkirakan jumlahnya terus meningkat.

Hal ini membuat Suryani semakin teguh memegang komitmen untuk berkarya menjalankan misi kemanusiaannya. Hingga saat ini SIMH telah mengobati setidaknya 600 ODGJ dan terus mendorong pihak keluarga untuk menghentikan pemasungan, kini 30% diantaranya dapat sembuh dan kembali ke masyarakat.

Di Bali jumlah penderita sakit jiwa mencapai puluhan ribu. Banyak penderita penyakit jiwa ini yang dipasung. Tangan dan kakinya diikat rantai besi. Karena kalau dibiarkan lepas penderita sakit jiwa ini akan mengamuk. Pemasungan ini masih dipandang sebagai perlakuan yang tidak manusiawi kepada seorang penderita sakit jiwa.

Baca Juga :  RAWAN BENCANA, PEMKAB BULELENG "STANDBY-KAN" RP 3 MILIAR UNTUK PENANGANAN BENCANA ALAM

“Sakit jiwa bisa disembuhkan,” demikian dikatakan oleh Prof LK Suryani dalam setiap kesempatan. LK Suryani seorang perempuan mulia. Pekerjaan sosial yang dilalukannya benar-benar tanpa pamrih. Menolong orang dari keterbelakangan mental sampai sembuh menjadi manusia normal kembali.

LK Suryani bersama putranya yang juga seorang psikiater, Cok Yaya, bekerja untuk mengangkat derajat umat yang mengalami tekanan psikis. LK Suryani melalui perjalanan panjang sebelum sukses. Awalnya di UNUD memulai karir sebagai asisten. Sampai akhinya memperoleh gelar doktoral dari UNAIR Surabaya. Proficiat Prof!

Penulis: I Wayan Budiartawan
Editor: Jering Buleleng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here