1
Sen. Sep 21st, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

VIRUS CORONA, JRO MERTANTRA: “TERIMA KASIH PAK JRO NYOMAN ARYA ASTAWA”

3 min read

Foto Jarrakposbali.com/Francelino: Mang Dauh (kiri) serahkan sembako secara simbolis kepada Perbekel Kaliasem

LOVINA-JARRAKPOSBALI.COM – “Terima kasih Pak Jro Nyoman Arya Astawa. Tiang mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Jro Arya Astawa karena bantuan ini bisa membantu masyarakat yang tidak dapat bantuan pemerintah,” ucap Kelian Desa Adat Kaliasem, Jro Nyoman Mertantra, usai menerima bantuan sembako dari
Spice Beach Club Lovina, Nyoman Arya Astawa, Jumat (15/5/2020) siang di kediamannya, Vila Nyoman, Kaliasem, Lovina.

Jro Mertantra menuturkan bahwa bantuan sembako dari pengusaha pariwisata putra asli Kaliasem itu sangat membantu masyarakat Desa Adat Kaliasem yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah. Karena sebagian besar krama setempat tergolong kelas menegah ke bawah.

“Sebagian besar bekerja di pariwisata, buruh harian, dan petani. Sehingga kami dari prajuru adat dan Satgas Gotong Royong dengan adanya bantuan dari pengusaha dari Kaliasem seperti tadi sudah disampaikan Pak Jro (Nyoman Arya Astawa, red), kami nantinya akan distribusikan kepada warga yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah sehingga bisa ada pemerataan di desa kami,” papar Jro Mertantra.

Disebutkan Jro Mertantra, jumlah krama adat Kaliasem sebanyak 620 KK namun jumlah itu tidak semua mendapat bantuan dari pemerintah. “Yang baru tercover bantuan pemerintah seperti BLT, PKH dan sebagainya kurang lebih 200 KK. Jadi sisa tinggal 400 KK lebih yang belum dapat bantuan,” urai Jro Mertantra.

Baca Juga :  MENTERI PUPR BASUKI: “PURA AGUNG BESAKIH ADALAH ASET NASIONAL HARUS DIPERHATIKAN”

Jro Mertantra menjelaskan, data masyarakat yang menerima bantuan pemerintah ada di Desa Dinas Kaliasem sehingga pihaknya masih menunggu data itu. Setelah data itu sudah valid baru Desa Adat Kaliasem mencari data krama adat yang tercecer belum mendapat bantuan dan akan dikirim ke desa dinas.

“Kami di adat menganggarkan Rp 65 juta untuk bantuan sembako kepada masyarakat adat, namun Juknisnya itu ada 4 orang ke bawah harus Rp 500 ribu per KK. Kalau lebih jumlah anggota KK maka harus Rp 600 ribu per KK selama tiga bulan. Nah, yang kami masih binggung gimana caranya bisa pemerataan. Kalau Juknisnya tidak bisa dilanggar maka terpaksa kami berikan cuma 43 orang itu dengan hitungan Rp 500 ribu per KK,” papar Jro Mertantra.

Bagaimana komentar Ketua Satgas Relawan COVID-19 Desa Kaliasem yang juga Perbekel Desa Kaliasem, Ketut Sugiarta? Ia menuturkan bahwa jauh sebelumnya ia sudah melakukan skema agar semua warganya yang terdampak COVID-19 kecuali TNI, Polri, PNI, pegawai kontrak, harus mendapat bantuan. “Dari skema-skema ini kita kumulatifkan ternyata ditemukan sekitar 596 KK yang terkena dampak yang belum terbantu. Itu yang tiang (saya, red) pikirkan,” ucap Perbekel Sugiarta.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: DI BALI, PASIEN TRANSMISI LOKAL TERUS MERANGKAK NAIK

Nah, melihat kondisi itu Perbekel Sugiarta mengaku sedang menjalin koordinasi dengan pihak ketiga termasuk dengan bos Spice Beach Club Lovina, Nyoman Arya Astawa yang akrab disapa Mang Dauh, untuk mencari solusi bantuan bagi yang belum tersentuh bantuan tersebut. “Jadi, setelah data valid hari ini, rencananya bantuan itu akan tiang berikan kepada KK atau masyarakat tiang yang belum terbantu lewat skema pemerintah,” ungkapnya

Ia berterima kasih kepada bos Spice Beach Club Lovina, Nyoman Arya Astawa, atas sumbangan bantuannya sehingga masyarkat terdampak yang belum tersentuh bantuan pemerintah bisa dibantu dengan bantuan sembako tersebut. “Terima kasih sekali, karena lewat Pak Jro (sebutan untuk Nyoman Arya Astawa), beliau bisa menginisiasi, bisa membangkitkan komitmen teman-teman di pengusaha untuk bisa berbagi terutama di desa kami Kaliasem terhadap masyarakat kami yang terdampak COVID-19,” pungkas Perbekel Sugiarta.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *