1 PERBEKEL BUNGKULAN KUSUMA ARDANA PTUN-KAN PEMPROV BALI - Jarrak Pos Bali
23 Oktober 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PERBEKEL BUNGKULAN KUSUMA ARDANA PTUN-KAN PEMPROV BALI

2 min read

Foto Jarrakposbali.com/Francelino: Hakim PTUN Denpasar gelar sidang pemeriksaan objek sengketa di Bungkulan

BUNGKULAN-JARRAKPOSBALI.COM – Kasus penguasaan tanah fasilitas umum atau fasum seperti lapangan sepak bola Desa Bungkulan dan Puskesmas Pembantu 1 Sawan serta Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) di Desa Bungkulan oleh Perbekel Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Ketut Kusuma Ardana, SP, berlanjut.

Bukan hanya berlanjut, tetapi Kusuma Ardana yang pejabat pemerintah terbawah yakni Perbekel alias Kepala Desa, berani menggugat pemerintahan atasannya Pemprov Bali ke PTUN Denpasar.

Ya, Perbekel Kusuma Ardana mem-PTUN-kan Pemprov Bali ke PTUN Denpasar, atas lahan seluas 8 are yang diatasnya berdiri Puskesmas Pembantu 1 Sawan dan Puskeswan.

Gugatan ke PTUN Denpasar dilayangkan Perbekel Kusuma Ardana setelah sertifikat hak milik (SHM) atas tanah tersebut dicabut Kantor BPN Kabupaten Buleleng.

Kamis (15/10/2020) siang sekitar pukul 10.00 wita hakim PTUN Denpasar menggelar sidang pemeriksaan objek sengketa atau tanah sengketa Puskesmas Pembantu 1 Sawan dan Puskeswan di Desa Bungkulan.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: SEKKAB SUYASA INGATKAN NEW NORMAL BUKAN BENTUK KEBEBASAN BARU

“In ikan PS saja, ini bukan eksekusi, tetapi mencari kebenaran materil di lapangan saja. Untuk keterangan lain sebetulnya, silahkan di kantor saja nanti bisa temui Humas,” jelas Rachman Budi Sulistyo, hakim PTUN Denpasar di sela-sela sidang pemeriksaan objek sengketa.

Sementara kuasa hukum Pemprov Bali, Agung Herwanto yang turut hadir dalam sidang objek sengketa itu menyatakan bahwa Pemprov Bali ikut jadi tergugat karena dari luas lahan 8 are itu terdapat juga tanah milik Pemprov Bali yang dipergunakan untuk Puskeswan yang pengelolaannya diserahkan kepada Pemkab Buleleng.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: BUPATI EKA BAGI-BAGI 100 PAKET SEMBAKO KEPADA PENDERITA STROKE

“Karena yang diklaim itu keseluruhan, 8 are, mulai dari depan sampai ke belakang. Dan di lokasi di dalamnya ada sertifikat, sebagai bangunan Pusat Kesehatan Hewan yang diperuntukan untuk Dinas Peternakan Buleleng untuk dimanfaatkan. Makanya kita masuk, karena kita punya kepentingan untuk mempertahankan asset pemerintah ini yang sudah mempunyai sertifikat SHB No 1 pada thaun 2007,” jelas Agung Herwanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, publik Bali dibuat heboh lantaran lahan lapangan sepak bola Desa Bungkulan dan lahan yang dipakai Puskesmas Pembantu 1 Sawan serta Puskeswan, diam-diam disertifikatkan Perbekel Bungkulan Ketut Kusuma Ardana. Kemudian diprotes masyarakat sehingga Kantor BPN Buleleng membatalkan SHM atas nama Ketut Kusuma Ardana.

Penulis/Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *