1
Ming. Sep 27th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

Inilah Beberapa Sumpah Yang Harus Ditaati Dalam Belajar Ilmu Ngeleak

2 min read

JARRAKPOSBALI – Ilmu pengeleakan dapat diwariskan melalui tiga cara atau proses yaitu: melalui keturuan / genetik, dengan proses belajar dan membeli. Bagi yang memiliki genetik tidak memiliki keturunan ngeleak, maka pilihannya ada dua yaitu belajar atau membeli.

Untuk yang memiliki opsi ngeleak pilihannya adalah ngelakoni (menjalankan) atau hanya sebatas nyungsung saja.

Sebelum seseorang belajar Ilmu pengelaeakan terlebih dahulu harus diketahui otonan orang tersebut (hari lahir versi Bali) hal ini sangat penting, agar siswa tidak celaka oleh ilmu itu sendiri. Setelah diketahui barulah proses belajar Ngeleak dimulai.

Pertama-tama murid harus mewinten Brahma Widya, dalam bahasa Lontar Ngerangsukang Kawisesan dan hari baikpun diterima oleh sang nabe (guru). Tahap dasar siswa dimulai dengan Aksara Wayah (Modre), dalam hal ini aksara ini tidak dapat dieja karena merupakan aksara baku. 

Selajutnya murid di-rajah pada seluruh tubuh dari atas sampai bawah oleh sang guru, hal ini dilakukan di Setra (kuburan) pada saat hari Kajeng Kliwon Enyitan.

Pertama murid memutuskan untuk “nyungsang idep” yaitu membalikan pikiran, semua hal yang tidak baik harus dipikirkan menjadi yang baik, begitu juga sebaliknya, biasanya ritual ini dilakukan dengan mencolek kotoran ayam dan menghirup baunya, ritual ini dikenal dengan istilah “nyolek-nyolek tain belek ”, jika bau ayam lama-kelamaan menjadi harum bagi peserta, maka ia sudah lulus tingkat pertama.

Baca Juga :  PILKADA BADUNG 2020: DEMOKRAT JUGA KASIH REKOMENDASI KEPADA JAGOAN PDIP, GIRIASA

Selanjutnya adalah menjilati “bungut pawon” / tungku berlaluan dan sebagainya. Selesai dari proses ini, barulah sang siswa sah menjadi Leak bagi sang guru dan ia akan melakukan ritual di Setra (kuburan) dengan fasilitas sanggah cucuk dan beberapa sesajen.

Berikut Beberapa Sumpah Yang Harus Ditaati Dalam Belajar Ngeleak : 

1. Hormat dan taat dengan ajaran yang diberikan oleh guru.
2. Selalu melakukan ajapa-ajapa untuk menyembah Siwa dan Dhurga dalam bentuk Ilmu Kawisesan (Sakti).
3. Tidak boleh pamer jika tidak kepepet dan selalu menjalankan Dharma (kebaikan).
4. Tidak boleh makan daging kaki empat, tidak boleh berhubungan intim dengan orang lain selain pasangan berzinah.
5. Tidak boleh terluka atau dengan cara apa pun melalui ilmu yang dipelajari.
Jarrakposbali.com/lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *