1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

KABAR DEWAN: TENAGA AHLI FRAKSI NASDEM JADI BAHAN GUNCINGAN

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Manajemen di tubuh DPD Partai NasDem Kabupaten Buleleng, Bali, kian megaburan alias amburadul. Selain tidak ada suasana harmonis di tubuh partai besutan Surya Paloh itu di Bali Utara itu, kini muncul masalah baru.

Keputusan DPD Partai NasDem Kabupaten Buleleng yang menugaskan Ni Luh Suprianingsih, S.Pd/AUD menjadi tenaga ahli Fraksi NasDem di DPRD Buleleng membuat reaksi dan kritik tajam dari internal partai tersebut.

Suprianingsih dianggap sebagai boneka Ketua DPD Partai NasDem Buleleng, Made Suparjo, kini menjadi bahan lelucon dan guncingandi dewan dan di internal NasDem Buleleng.

Kenapa demikian? Karena Suprianingsih tidak memiliki latar belakang politik sama sekali dan dia tidak pernah bergaul dalam dunia politik dan jauh dari dunia birokrasi sehingga dinilai sangat tidak mampu dan tidak layak menjadi tenaga ahli fraksi.

“Anak lulusan PGSD yang hanya menjadi guru PAUD menjadi tenaga ahli, kan lucu sekali. Ketua DPD NasDem Buleleng menambah lelucon di NasDem. Anak yang tidak kenal dunia politik dan birokrasi menjadi tenaga ahli, apa yang mau disampaikan,” kritik salah satu pengurus inti DPC NasDem Sukasada yang enggan ditulis namanya.

Baca Juga :  INFO PERBATASAN RI-TIMOR LESTE: SATGAS YONIF R 142/KJ BAGI-BAGI BANTUAN SEMBAKO DI PERBATASAN

Kata dia, figure yang ditunjuk menjadi tenaga ahli fraksi itu minimal sudah mempunyai pengalaman di dunia politik praktis serta yang kader yang duduk di struktur partai. “Ini tidak jelas status dan kemampuannya menjadi tenaga ahli. Memalukan sekali,” tegasnya lagi.

Ketidakmampuan Suprianingsih sebagai tenaga ahli Fraksi NasDem juga dirasakan tenaga ahli fraksi lainnya. Akibat ketidaktahuan tugas tenaga ahli fraksi, sehingga setiap kali diajak berdiskusi oleh tenaga ahli fraksi lainnya, Suprianingsih selalu menghindar dengan mengatakan berkonsultasi dulu dengan fraksi.

“Anak itu memang tidak bisa apa. Masah suruh tanda tangan saja tidak mau dan harus konsultasi dulu ke atasannya. Kan aneh,” beber Nyoman Sarjana, SE, tenaga ahli Fraksi Demokrat-Perindo, yang juga Ketua Harian DPC Partai Demokrat Buleleng iti.

Baca Juga :  VIRUS CORNA: BULELENG TERAPKAN WFO, SETIAP OPD HARUS BENTUK TIM PENANGANAN COVID-19

Bagaimana komentar anggota dan Keua Fraksi NasDem DPRD Buleleng? Made Sudiartha, SH, anggota Fraksi NasDem mengaku pihaknya tidak tahu-menahu karena penunjukan tenaga ahli itu oleh induk partainya. “Itu DPD yang tunjuk, kita disini tidak tau hal itu,” ujar Detamu – sapaan akrab Made Sudiartha, SH.

Pernyataan senada juga disampaikan Ketua Fraksi NasDem Buleleng, Ni Ketut Windrawati. “Itu ditunjuk dari DPD. Kami sini hanya menerima orang yang ditunjuk DPD,” ujar Windrawati singkat.

Hasil pelacakan terhadap sosok Suprianingsih menemukan bahwa wanita ini pada Pemilu 2019 lalu sebagai caleg NasDem No 3 di Dapil Buleleng 2 (Kecamtan Sawan).

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *