1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

ANCAM WARGA KP ANYAR BUAT LAPORAN, PENYIDIK UNIT PPA SATRESKRIM BULELENG DILAPORKAN KE KAPOLRI

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Citra Polres Buleleng ternoda akibat ulah oknum penyidik bernama Taufik di Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng dengan sikap tidak simpatik nan bergaya premanisme mengancam Ketut Adi Gunawan, 22, warga Kelurahan Kampung Anyar, Singaraja, saat hendak melaporkan kasusnya.

Akibatnya, Adi Gunawan pun kini melaporkan Taufik ke Kapolri dengan tembusan kepada Kompolnas, Kabareskrim Mabes Polri dan Dirpropam Polda Bali.

“Tanggal 6 Juli 2020 siang saya mau lapor kasus ke Polres Buleleng, saya malah dibentak-bentak dengan kata-kata kasar dan saya diancam mau ditahan,” ungkap Adu Gunawan dalam surat laporannya kepada Kapolri bertulis tangan.

Masih menurut pengakuan Adi Gunawan dalam laporannya, “Saya merasa sangat ketakutan saat itu, karena saya ingin melaporkan tindak pidana tentang perlindungan anak, saya justru dibentak dengan bahasa kasar.”

Laporan Adi Gunawan cukup kuat karena aksi koboi nan premanisme ala Taufik itu disaksikan sejumlah saksi yang turut mengantar Adi Gunawan ke Ruang Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng saat itu.

Baca Juga :  DANRAMIL SAWAN OBRAK-ABRIK JUDI CAP JIKI DI BEKAS LOKALISASI BUNGKULAN

Para saksi itu pun memperkuat laporan Adi Gunawan ke Kapolri dengan turut membunuh tanda tangan di surat laporan itu sebagai saksi.

Di tempat terpisah Gede Astawa, SH, kuasa hukum korban eksploitasi anak di bawah umur dalam kegiatan politik, Komang NS, 16, pun sedang membuat ancang-ancang untuk melaporkan Kapolres Buleleng, Kasatreskrim Polres Buleleng, Kanit PPA serta penyidik PPA ke Kapolri bila kasus terkait perlindungan ini tidak segera dituntaskan.

“Kalau polisi main-main dengan kasus eksploitasi anak ini maka kami juga sedang memikirkan untuk melapor ke Kapolri. Kami tunggu dalam waktu satu minggu ini, ” tandas Astawa.

“Klien kami sudah sangat menderita, bahkan sesuai hasil diagnosa dokter, klien kami menderita gangguan depresi dan cemas,” ungkapnya.

Baca Juga :  BAGI-BAGI SEMBAKO KEPADA KELOMPOK NELAYAN, NY PUTRI KOSTER MINTA DISIPLIN PROKES

Seperti diberitakan, Komang NS yang menjadi korban politik tahun 2019 mengalami gangguan depresi dan cemas, sudah dilengkap surat keterangan evaluasi kesehatan jiwa dari psikiater RSUD Kabupaten Buleleng tertanggal 13 Agustus 2020.

Nah, dengan penderitaan yang dialami Komang NS itu, maka keluarganya berharap Polres Buleleng segera bisa menangkap aktor di balik rusaknya mental anak bangsa itu.

Menjadi sebuah catatan bagi penyidik PPA Satreskrim Polres Buleleng, bahwa jangan sampai “kesalahan” konstruksi hukum Bawaslu Buleleng menangani laporan Komang NS April 2019 lalu itu terulang lagi sehingga membuat masyarakat tidak percaya lagi sama hukum dan Polres Buleleng. Bahkan ancaman kuasa hukum korban bisa terlaksana ma hancurlah kepercayaan Polres Buleleng di mata publik.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *