Berita

Cegah PMK, Aspednak Bali Rutin Semprotkan Disinfektan ke Kendaraan Akut Hewan Ternak

DENPASAR, jarrakposbali.com ! Penyebaran PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) ternyata melalui alat angkut ternak yang berasal dari Zona Merah masuk daerah atau Zona Hijau.

Terkait hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, IGK. Kresna Budi meminta agar lalu lintas pengiriman hewan ternak diawasi dan diperketat, mengingat Bali masuk “Zero Case” PMK.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjahitan. Dia meminta Asosiasi Pengusaha Daging dan Hewan Ternak atau Aspednak Bali untuk bekerjasama dengan Balai Karantina Denpasar dan Dinas Peternakan Provinsi Bali, dalam pencegahan PMK.

Baca Juga :  HARI LAHIR PANCASILA: GUBERNUR KOSTER HADIRI UPACARA SECARA VIRTUAL

“Aspednak itu berperan mendisinfektan alat angkut hewan ternak dan juga ikut mengawasi lalu lintas hewan ternak dan alat angkut,” tegas Kresna Budi, Jumat (16/9/2022).

Atas rekomendasi yang diberikan Menko Marves, Ketua Aspednak Bali, Made Ray Sukarya menyatakan kesiapannya untuk menjaga Bali sekaligus mencegah penyebaran PMK.

  Jarrak Travel

Hal tersebut, dikatakan Ray Sukarya, dengan melakukan penyemprotan disinfektan bagi kendaraan pengangkut ternak yang akan masuk dan keluar ke Bali melalui pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk.

“Kami telah bentuk tim dan pos Bio Security. Kami dari Aspednak Bali siap lakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan alat angkut ternak di pintu masuk Bali,” pungkas Ray Sukarya.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: