1
Sen. Sep 28th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

BUPATI AGUS INGIN CETAK PERBEKEL CERDAS DAN BERINOVASI

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Sebanyak 68 perbekel di Kabupaten Buleleng, Bali, yang baru dilantik beberapa pekan lalu, diberikan pembekalan di awal masa kepemimpinan mereka.

Pembekelan itu dikemas dalam program Pelatihan Awal Masa Tugas Perbekel 2019-2025, bertempat di restoran Ranggon Sunset, kawasan pariwisata Pantai Penimbangan Singaraja, Jumat (17/1/2020).

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, yang memberikan pengarahan menyatakan, dia menginginkan agar perbekel atau kepala desa terpilih periode tahun 2019-2025 di seluruh desa dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Buleleng agar memiliki kecerdasan dan berinovasi dalam upaya memajukan desa masing-masing.

Ia menginginkan agar perbekel juga dapat melaksanakan pembuatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dengan baik.

Saat memberikan arahan, Bupati Suradnyana menegaskan perbekel atau incumbent maupun newcomer diharapkan mampu memahami regulasi-regulasi desa. Memahami tata cara pembuatan APBDes dan RPJM Desa sesuai dengan tupoksinya merupakan hal yang paling penting dalam menjalankan tugas nantinya.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: MULAI DICAIRKAN, BELASAN RIBU WARGA BULELENG TERIMA BST

Disebutkan, hal tersebut diinginkan karena para Perbekel inilah nantinya yang menempati barisan terdepan dalam pencapaian visi misi di Kabupaten Buleleng. “Karena saya memiliki capaian kerja yang terukur, parameternya jelas dan bapak-bapak harus menyesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Buleleng,” tegasnya.

Sementara itu, ditemui usai membuka acara, Kadis PMD Made Subur mengatakan pelatihan ini dilakukan kurang lebih selama empat hari kedepan, dengan tujuan menguatkan kapasitas Perbekel sesuai dengan visi misinya masing-masing. Kewajiban yang harus dipenuhi oleh Perbekel yakni tiga bulan setelah dilantik harus sudah menyusun RPJM Desa.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: POLRES BULELENG MINTA TAK GELAR PAWAI OGOH-OGOH

Kata dia, hal tersebut sangat penting karena akan menjadi landasan pijak dalam rangka membangun desa selama enam tahun kedepan. Dalam penyusunan RPJM Desa perlu adanya pemahaman agar selama tiga bulan ini dapat terselesaikan. ”Sehingga dalam kurun waktu empat hari ini kita akan sinkronkan dengan SKPD terkait dalam rangka penguatan kapasitasnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui pelatihan perbekel ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama diselenggarakan dari tanggal 17-22 Januari 2019, dan pelatihan tahap kedua akan dilaksanakan melalui kegiatan in house training yang bertempat di Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *