1
Rab. Sep 23rd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

HUT MONUMEN BHUWANA KERTHA 72: MAKNAI KEMERDEKAAN DENGAN PRESTASI

2 min read

Foto Jarrakposbali.com/francelino: Peringatan HUT Monumen Bhuwana Kertha ke-72

SUKASADA-JARRAKPOSBALI.COM – Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana, saat apel peringatan HUT Monumen Bhuwana Kertha ke-72 dan HUT Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) ke-63, Jumat (17/1/2020) pagi mengeluarkan sebuah statemen menarik.

Ia meminta masyarakat Bali pada umumnya dan Buleleng pada khususnya harus bisa memantapkan komitmen untuk senantiasa mengisi kemerdekaan dengan prestasi, kerja keras, dan penuh pengabdian untuk membangun bangsa dan negara, dan juga bersatu mewujudkan dunia yang damai, tentram kerta raharja.
Selain itu, Bupati asal Banyuatis itu juga mengucapkan terimakasih atas semangat dan dukungan dari LVRI yang telah ditunjukan dalam pelaksanaan program dan kegiatan Pemkab Buleleng. Ia berharap, semoga dukungan dan semangat dari LVRI bisa menjadi kekuatan bagi Pemkab Buleleng dan masyarakat untuk terus membangun Buleleng menjadi lebih baik.

Baca Juga :  Anggota DPR Anjurkan Minum Tuak Agar Tak Gunakan Narkoba

Bupati yang juga Ketua DPC PDIP Buleleng itu menjelaskan, apel ini rutin diselenggarakan oleh Pemkab Buleleng untuk mengingat dan menghargai perjuangan para pahlawan. Menurutnya, perjuangan para pahlawan untuk mencapai kemerdekaan perlu disampaikan kepada generasi muda agar para generasi muda bisa menghormati dan tetap menjaga persatuan bangsa.

“Nilai-nilai luhur harus terus diingat dan dikumandangkan bahwa kemerdekaan tidaklah mudah didapatkan sehingga adik-adik kita kedepan paham bahwa disini pun ada perjuangan heroic untuk mendapatkan kemerdekaan,” ujarnya.

Baca Juga :  REKOMENDASI TAHAP IV PDIP: 6 PASANGAN CABUP/CAWABUP BALI DIUMUMKAN

Disinggung mengenai penataan kawasan monumen Bhuana Kerta, Bupati yang akrab disapa PAS ini mengatakan, pihaknya tidak ingin merubah bentuk dan nilai sejarah dari monumen tersebut. Namun dirinya mengaku, sudah melakukan penataan di luar kawasan utama monument.

“Di luarnya kami sudah tata dengan rapi, tapi di dalamnya menurut saya tidak boleh diubah agar tidak hilang nilai-nilai sejarahnya,” jelasnya.

Penulis: Jering Buleleng
Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *