1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

VIRUS CORONA: PELAKSANAAN PAWAI OGOH-OGOH DI BULELENG DIBATASI

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Simpang siur pelaksanaan pawai ogoh-ogoh di Kabupaten Buleleng ditengah himbauan untuk membatasi kegiatan yang bersifat keramain yang diinstruksikan langsung oleh Peresiden dan Gubernur Bali, kini sudah mendapatkan titik terang.

Pawai ogoh-ogoh untuk menyambut hari raya Nyepi di Kabupaten Buleleng akan tetap digelar. Namun, ada batasan saat pengarakan ogoh-ogoh yakni ogoh-ogoh hanya diarak di Desa Adat atau Banjar Adat masing-masing, dan jumlah warga yang mengarak ogoh-ogoh juga dibatasi.

Keputusan ini, muncul setelah Pemkab Buleleng melakukan rapat koordinasi bersama Ketua Majelis Desa Adat (MDA) bersama, Ketua MDA Kabupaten Buleleng Dewa Putu Budarsa, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng I Gde Made Metera, dan Ketua MDA Kecamatan se-Kabuapten Buleleng, Senin (16/3/2020). Rapat yang dipimpin oleh Sekkab Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd, ini diselenggarakan di Ruang Rapat Sekkab Buleleng.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: PHRI DIMINTA BERSABAR, TUNGGU KEPUTUSAN GUBERNUR BALI

Sekkab Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd mengatakan, kebijakan ini merupakan keputusan bersama. Suyasa menuturkan, Pemkab Buleleng bersama MDA berusaha mencarai jalan terbaik dari situasi yang ada saat ini. Suyasa mengatakan, Pemkab Buleleng ingin meningkatkan upaya pengendalian penyebaran virus ini melalui pembatasan kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak. Namun, dirinya tidak ingin mengurangi ritual perayaan hari raya nyepi.

“Dari hasil rapat ini sudah tercipta visi yang sama yakni mengurangi kerumunan masyarakat yang banyak dalam setiap kegiatan. Tidak ada niat pemerintah untuk membatasi ritual keagamaan, tetapi mencari jalan keluar terbaik agar ritualnya jalan dan pencegahan coronanya juga jalan,” katanya.

Baca Juga :  INFO POLRI: PROVOST SELALU AWASI ANGGOTA POLSEK ABIANSEMAL DI LAPANGAN

Senada dengan Sekkab Buleleng, Ketua MDA Kabupaten Buleleng Dewa Putu Budarsa mengatakan setuju untuk membatasi peserta disetiap prosesi keagamaan dalam perayaan hari raya nyepi. Menurutnya, ini merupakan langkah tepat untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 atau corona. Dia akan segera melakukan koordinasi dengan para kordinator pembuat ogoh-ogoh dan kelian adat untuk pembatasan peserta dalam prosesi melasti.
“Kami akan segera panggil kordinatornya untuk menjelaskan situasi sekarang, dan akan mengintruksikan untuk tidak terlalu banyak mengerahkan masyarakat dalam pengarakan ogoh-ogoh. Bukan hanya itu, kami akan memanggil juga klian adat masing-masing desa untuk pembatasan peserta melasti,” ungkapnya.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *