Berita

Jelang Moto GP Mandalika, Volume Kendaraan Menuju Lembar Meningkat 

KARANGASEM, jarrakposbali.com | Menjelang ajang bergengsi Moto GP Mandalika International Street Circuit di Mataram, Lombok Barat, NTB, arus penyeberangan Padangbai – Lembar krodit.

 

Terjadi kemacetan yang cukup lama hingga memicu kekisruhan. Peristiwa ini dipicu penundaan keberangkatan kapal dari Padangbai, Bali menuju Lembar, NTB hingga berjam-jam.

 

Walau perhelatan Motor GP masih dilaksanakan beberapa hari lagi, mulai terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang menyebrang ke Lembar malalui palabuhan Padangbai, Bali.

 

  Jarrak Travel

Dari pantauan pagi hingga siang hari tadi, kendaraan pribadi, kendaraan travel dan kendaraan lainnya menumpuk di pelabuhan Padangbai. Kondisi tersebut menimbulkan kemacetan panjang.

Antrean panjang kendaraan terjadi di loket tiket. Banyak sopir kendaran yang terjebak antrean tidak sabar dan tersulut emosi sehingga memicu keributan. Beruntung kondisi tersebut segera bisa diatasi pihak pelabuhan.

 

Baca Juga :  Wabup Kasta, Serahkan Bantuan Paket Sembako Kepada Penyandang Disabilitas dan ODGJ

Kasatpel Pelabuhan Padangbai I Nyoman Agus Sugiarta dikomfirmasi redaksi jarrakposbali.com membenarkan terjadinya kondisi tersebut.

 

Menurutnya hal tersebut dipicu lantaran terjadi peningkatan jumlah penumpang sejak kemarin. Sementara pola muat diatur setiap satu jam dan langsung diberangkatkan.

 

“Tapi karena pola satu jam tidak mampu mengurai kemacetan, kami kemudian mengubah pola dengan pola muat dan keberangkatan tiap tiga puluh menit,” terangnya, Kamis (17/3/2022).

Dengan sistim muat dan berangkat tiap 30 menit itu diberlakukan, kemacetan kendaraan yang akan menyebrang ke pelabuhan Lembar akhirnya bisa terurai.

Baca Juga :  Gubernur Koster Jenguk Korban Gempa di Karangasem dan Bangli,Pastikan Biaya Perawatan Rumah Sakit Ditanggung  Pemerintah

 

Sugiarta juga membenarkan sempat terjadi kekisruhan dan itu disebabkan oleh dua kapal yang tidak berangkat.

 

“Kami juga bertujuan memperlancar event yang dilaksanakan di Mandalika, tapi disatu sisi ada kebutuhan logistik yang juga harus diperlancar. Tapi para pengguna jasa penyeberangan tidak mau sabar menunggu keberangkatan, sehingga ada keributan,” imbuhnya.

 

Padahal pihaknya sudah memberitahukan perubahan pola dari satu jam menjadi 30 menit. Namun ada pengguna jasa yang tidak sabar dan menyerobot antrean sehingga terjadi keributan.

 

“Tapi keributan itu cepat kita atasi. Sekarang situasinya sudah normal kembali,” tutupnya.(je/jp)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: