1
Rab. Sep 23rd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

DHARMA ACHARYA NUSANTARA DOAKAN COVID-10 CEPAT BERLALU

2 min read

LOVINA-JARRAKPOSBALI.COM – Bupati Buleleng periode 2002-2012, DR Putu Bagiada, MM, kembali berkiprah. Kali ini lebih aktif di bidang spiritual.

Ia mendirikan sebuah lembaga bernama Dharma Acharya Nusantara. Dharma Acharya Nusantara diresmikan tanggal 5 Mei 2020 pukul 5 sore.

Sebagai lembaga spiritual Dharma Acharya Nusantara (DAN) yang dikendalikan DR Putu Bagiada, MM, Bupati Buleleng periode 2002-2012, menggelar kegiatan doa bersama agar wabah virus corona (COVID-19) bisa cepat berlalu sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali.

“Menyikapi permintaan pendengar saat Interaktif di salah satu Radio swasta kemarin di Singaraja serta Surat Edaran Presiden kemarin terkait Doa bersama, maka Dharma Acharya Nusantara melaksanakan Doa Bersama,” jelas Bagiada, usai acara doa bersama di Puri Celuk Buluh, Kalibukbuk, Lovina, Sabtu (16/5/2020) malam.

Baca Juga :  WEBINAR UM: JURUSAN AKUNTANSI DUKUNG PENGEMBANGAN DIRI MAHASISWA HADAPI ERA INDUSTRI 4.0

Dipaparkan Bagiada yang bupati dua periode itu bahwa acara doa bersama itu diisi pepintonan puja dan dharma wacana. “Dalam acara ini ada pala wakya dan sembahyang bersama (di dalamnya diisi Doa bersama untuk menghindari Covid 19), dan pupuh sinom Dharma Acharya Nusantara,” ungkapnya.

Bagiada berharap, kejadian ini membuat umat manusia bisa melakukan pertobatan secara menyeluruh karena wabah COVID-19 terjadi karena banyak umat manusia berpaling dari ajaran Tuhan.

“Kita bersama-sama kegiatan, bagaimana keberadaan Dharma Acharya Nusantara ini apa sih wujud nyata, wujud kegiatannya, ambil bagian dalam mendoakan bangsa ini agar bangs aini selamatnya bangs aini wabah COVID-19. Kita berdoa ada COVID-19 segera pergi,” paparnya.

Baca Juga :  PEMKAB BULELENG BUKA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI

“Mudah-mudahan akhir bulan Mei ini corona segera berakhir. Ini doa kita. Mudah-mudahan Hyang Widhi mendengar doa kita,” tandas Bagiada, mantan Ketua PHDI Provinsi Kalimantan Barat periode 1989-1993.

Bagiada yang saat ini sudah menyandang gelar Jero itu menghimbau kepada umat manusia agar tetap bersandar pada Tuhan dalam menghadapi virus corona ini. “Kita manusia ini ciptan Tuhan sehingga kita harus percaya sama Tuhan. Hanya Tuhan yang kekal,” imbaunya.

Kata dia, untuk menghadapi wabah COVID-19 semua pihak dituntut untuk taat kepada ajaran Tuhan sehingga bisa segera terbebas dari wabah COVID-19.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *