1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

KASUS PNS: SELAMA JADI DPO, TERSANGKA RESTIADA SEMBUNYI DI BANYUWANGI

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Ini pelajaran berharga bagi siapa saja yang selalu bermimpi jadi PNS. Akibatnya, puluhan juta hilang dan PNS pun tidak didapat.

Seperti yang dialamai Putu Partika, 45, warga Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali. Karena terlalu berobsesi menjadi PNS, akhirnya Rp 27.900.000 hilang dimakan oleh sang makelar bernama Komang Restiada alias Mangku Roy asal Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Bagaimana ceritanya? Kasatreskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto S.H,S.I.K, M.H, dalam keterangan pers kepada wartawan, Jumat (17/7/2020) siang, menjelaskan bahwa kasus penipuan dan atau penggelapan dengan modus mencari PNS ini terjadi pada tanggal 20 November 2018 lalu sekitar pukul 14.00 di Banjar Dinas Sari, Desa Pangkungparuk.

Berdasarkan keterangan korban Putu Partika, beralamat di Banjar Dinas Labasari, Desa Pangkungparuk, dalam laporan polisi nomor lpb/10/10/2019/bali/lesbl tanggal 21 Januari 2019, bahwa sebelum korban diiming-imingi bisa menjadi PNS, korban diminta menyerahkan uang sejumlah Rp 27.900.000 kepada tersangka Komang Restiada alias Mangku Roy, 43.

Baca Juga :  PARIWISATA: BUPATI BULELENG PUTU AGUS BUKA “SENANDUNG MERDEKA”

Ada hubungan antara korban dan tersangka? “Antara korban dengan tersangka sebelumnya kenal karena pernah dalam satu organisasi,” jawab Kasat Vicky.

Nah, setelah menerima laporan korban selanjutnya penyidik atau penyidik pembantu melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa beberapa saksi dan mengumpulkan barang bukti yang ada hubungan dengan perkara tersebut.

Selanjutnya penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan di hadapan penyidik, tersangka mengakui semua perbuatannya. “Selanjutnya dilakukan gelar perkara dan penetapan saudara Komang Restiada alias Mangku Roy sebagai tersangka namun begitu saudara Mangku Roy dipanggil sebagai tersangka saudara Mangko Rou tidak memenuhi panggilan penyidik,” jelasnya.

Diungkapkan Kasat Vicky, tersangka Mangku Roy malah kabur ke luar wilayah Buleleng hingga akhirnya ditetapkan sebagai DPO. Tersangka Mangku Roy menyandang status sebagai DPO selama kurang lebih satu setengah tahun. Selama dalam pelarian, tersangka mengaku bersembunyi di Tanah Blambangan alias Banyuwangi, Jawa Timur, dan Denpasar.

Baca Juga :  KERJA CEPAT BALI SELESAIKAN PERDA RZWP3K DIPUJI DIRJEN BINA BANGDA KEMENDAGRI

Tapi tempat persembunyian tersangka Mangku Roy pun tercium polisi. Akhirnya, tersangka Mangku Roy ditangkap polisi di rumahnya di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng, pada tanggal 7 Juli 2020. “Langsung dilakukan penahanan sejak tanggal 8 Juli 2020,” ungkap Kasat Vicky didampingi Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, SH.

Dipapaprkan bahwa tersangka mengaku melakukan perbuatan tersebut dengan cara mengaku mempunyai orang dalam di Jakarta yang bisa mencarikan seseorang sebagai PNS.

Lalu bagaimana dengan uang korban? “Uang korban tersebut dipakai tersangka untuk kebutuhan sehari-hari,” jawab Kasat Vicky.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 6 lembar slip penyetoran uang dan dari korban ke rekening tersangka.

Tersangka Mangku Roy dijerat dengan pasal 376 KUHP dan atau 372 KUHP mengenai penipuan dan atau penggelapan. “Dengan pidana penjara paling lama empat tahun,” pungkas Kasat Vicky.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *