BeritaBulelengDaerahPolri
Trending

Bripda dan Briptu Polres Buleleng Dapat Pelatihan

SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Puluhan personel Polres Buleleng berpangkat Bripda dan Briptu mendapat pelatihan.

Sebanyak 76 personel Polres Buleleng berpangkat Brigadir Dua (Bripda) dan Brigadir Satu (Briptu) mendapat pelatihan dari Kapolres Buleleng.

Pelatihan yang diberikan adalah latihan peningkatan kemampuan tugas umum dan fungsi teknis kepolisian.

Bertempat di Gedung Anata Wijaya Polres Buleleng, pelatiha ini terlaksana pada hari Kamis, 15 September 2022 pukul 09.00 WITA.

Kapolres Buleleng, AKBP I Made Dhanuardana, S.I.K., M.H., pelatihan ini sangat penting mengingat perlunya peningkatan sumber daya Polri.

Yang tentunya juga agar dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, personel Polres Buleleng tidak memiliki keraguan dan kebingungan.

Baca Juga :  Kembali, Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar Melejit di Angka 28 Orang, Kasus Sembuh Bertambah 9 Orang
  Jarrak Travel

“Dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari agar tidak ada keragu-raguan,” ucapnya kepada para Bripda dan Briptu.

“Diperlukan pembekalan fungsi teknis kepada personel, agar nantinya tidak salah dan tidak bingung apa yang harus diperbuat saat bertugas” lanjutnya.

Selain Kapolres Buleleng, pemateri juga dari Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat Lantas, Kasat Samapta, Kasat Bimmas, Kasat Pol Air, dan Kasat Intel.

Mereka memberikan pembekalan sesuai dengan fungsi masing-masing yang diemban para Kasat tersebut.

Bripda dan Briptu Polres Buleleng mendapatkan pelatihan teknis fungsi
Bripda dan Briptu Polres Buleleng mendapatkan pelatihan teknis fungsi. Foto: Humas Polres Buleleng

Salah satu pemateri, Kabag SDM, Kompol I Gede Juli, S.IP., menyebutkan bahwa dalam melaksanaan tugas tetap berpedoman kepada Undang-Undang Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia.

Baca Juga :  BERDALIH PENYEGARAN, BUPATI AGUS GESER 4 PEJABAT ESELON DUA

Sesuai dalam Pasal 13 yang mengatur tugas pokok Kepolisian terutama tentang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum.

Dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Selain berpedoman dengan Undang-Undang Kepolisian, didalam pelaksanaan tugas Kepolisian juga berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang lain”, imbuhnya.

Lanjut Kompol Juuli, personel kepolisian dalam pelaksanaan tugas di lapangan, sering mengambil keputusan yang penting.

Keputusan itu harus memiliki sifat yang rasional, logis, realitas, dan pragmatis.

“Sehingga keputusan itu dapat dipertanggung jawabkan dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang ada”, tutupnya. (fJr/JP)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: