1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

ANTISIPASI VIRUS CORONA: IMIGRASI SINGARAJA WARNING PLTU CELUKAN BAWANG

2 min read

LOVINA-JARRAKPOSBALI.COM – Kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona masih terus mengemuka. Bahkan tempat yang diduga menjadi potensi prioritas mendapat pengawasan ketat. Seperti dalan rapat koordinasi yang digelar Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja,terkait penanganan dan antisipasi terjangkitnya Virus Corona.

Sejumlah pihak dilibatkan dalam rapat itu,tak terkecuali PLTU Celukan Bawang.Di power plant berkapasitas 426 MW ini ratusan orang asal China menjadi pekerja sejak awal pembangkit ini dibangun. Dan hingga kini, saat isu virus corona merebak, pembangkit tersebut menjadi prioritas pengawasan.

Untuk langkah koordinasi dan antisipasi,Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, memanggil sejumlah pihak termasuk PLTU Celukan Bawang untuk dilakukan rapat koOrdinasi soal virus corona sekaligus diberi warning.

Kepala Imigrasi Kelas II Singaraja, I Gusti Agung Komang Artawan,mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan adalah untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama antara para stakeholder terkait, baik instansi pemerintah maupun non pemerintah dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan antisipasi masuknya Virus Corona.

Baca Juga :  USAI JAMBRET DI SINGARAJA KABUR KE BANYUWANGI

“Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Bebas Visa Kunjungan, Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa On Arrival) dan Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa bagi Warga Negara RRT (Republik Rakyat Tiongkok),” papar Artawan, Selasa (18/2/2020).

“Kebijakan yang mulai dilaksanakan pada tanggal 5 Februari ini dikeluarkan sebagai upaya penyeleksian dan pengetatan terhadap masuknya Warga Negara Tiongkok dan Orang Asing yang pernah berada dan/atau berkunjung di wilayah Negara Tiongkok pada kurun waktu tertentu,” ungkap Artawan lagi.

Menurutnya,langkah yang diambil pemerintah itu menunjukan keseriusan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi masuknya Virus Corona ke Indonesia apalagi dengan ditetapkannya Virus Corona (2019 -nCoV) yang berasal dari Negara Tiongkok sebagai penyakit dengan status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada tanggal 30 Januari 2020 oleh World Health Organization (WHO).

“Seluruh instansi terkait di Singaraja diharapkan dapat ikut mendukung kebijakan ini dan senantiasa berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja dalam hal ini secara khusus dengan keluar masuknya orang asing di PLTU Celukan Bawang maupun Buleleng,” imbuhnya.

Baca Juga :  MANDI DI PERMADIAN UMUM CELEPUD, SUTAMA TEWAS KESETRUM LISTRIK

Lanjut Artawan, dalam rapat tersebut pihak PLTU Celukan Bawang mengungkap adanya sejumlah langkah yang telah dilakukan terkait wabah Virus Corona.Dan itu katanya,merupakan langkah antisipasi yaitu dengan melakukan tes kesehatan terutama bagi Tenaga Kerja Asing yang bekerja di PLTU Celukan Bawang.

“Bahkan tim dari Dinas Kesehatan telah melakukan pemeriksaan dan pemantauan terkait dengan kondisi kesehatan para TKA yang bekerja di PLTU Celukan Bawang,” ujarnya.

Sementara itu,dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng,menghimbau warga tetap tenang.Untuk sementara ditekankan untuk sementara tidak melakukan perjalanan keluar negeri khususnya China ataupun Negara yang terjangkit virus corona. “Masyarakat hendaknya menjaga diri dengan menggunakan masker dan senantiasa mencuci tangan agar terhindar dari virus tersebut,” pungkasnya.

Penulis: Junior
Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *