1
Ming. Sep 27th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

SUDAH BERUSIA UZUR, JEMBATAN PENGHUBUNG TINGA-TINGA DAN PENGULON AMBRUK DIHANTAM BANJIR

2 min read

GEROKGAK-JARRAKPOSBALI.COM – Karena sudah berusia uzur sehingga tidak kuat menahan hantaman banjir, jembatan yang menghubungkan Desa Tinga-Tingga dengan Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, ambruk.

Kejadian memalukan itu terjadi Senin (17/2/2020) sekitar pukul 15.50 wita saat hujan deras mengguyuran Kabupaten Buleleng.

Menurut warga setempat dari Dusun Kembang Budaya Desa Pengulon, ambruknya jembatan lama tersebut disebabkan oleh debit air yang terlalu deras dan banyaknya ranting pohon menyumbat lobang jembatan sehingga akses jalan penghubung yang baru beberapa tahun ini di-hotmix putus dan lumpuh total. Akibatnya, warga yang biasanya melintasi jalur itu harus memutar arah.

Baca Juga :  NEW NORMAL: GTPP COVID-19 BULELENG OPTIMALKAN PENGAWASAN DI PASAR TRADISIONAL

Mantan Perbekel Tinga-Tinga Made Suardika dikonfirmasi wartawan mengatakan, saat ia masih menjabat Perbekel Tinga-Tinga sudah sempat diusulkan perbaikanya di Musrenbang Kecamatan Gerokgak. Sayang tidak pernah dikabulkan usulan perbaikan jembatan tersebut, sampai ia lengser dari jabatan Perbekel Tinga-Tinga.

“Jembatan itu sudah lama namanya pangkung yang menghubungkan Desa Pengulon, banyaknya pohon bambu mungkin itu penyebanya jadi ranting-ranting tersebut menyumbat dan debit air juga begitu deras saat hujan tadi. Dulu sempat kami ajukan perbaikanya di Musrenbang dan sempat juga saya mau angkat jembatan itu karena posisinya agak ke bawah namun hanya jalan saja yang di-hotmix,” jelasr Made Suardika seraya menyebutkan bahwa jembatan itu memiliki panjang 6 meter dan lebar 3 meter.

Baca Juga :  KAKANWIL IMAM SUYUDI LANTIK 52 PEJABAT DI LINGKUP KANWIL KEMENHUM-HAM JABAR

Kepala BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut bahkan telah menurunkan personil BPBD bersama pihak kepolisian, kecamatan dan aparat desa setempat.

“Penyebab jalan jebol akibat hanyutnya akar pohon bambu yang kemudian nyangkut di palang jembatan dan debit air yang begitu besar sehingga jembatan yang menghubungkan langsung Banjar Dinas Kembang Budaya Desa Tinga-Tinga dengan Desa Pengulon tidak kuat menahan dan jebol,” ujar Suadnyana.

Penulis: Junior
Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *