Berita

Bebas Karantina Bagi PPLN Diberlakukan, Gairah Baru Bagi Pariwisata Bali

BADUNG, jarrakposbali.com I Dengan diberlakukannya kebijakan bebas karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai, Bali kembali dibuka. Pariwisata pun kembali bergairah.

 

Setelah sebelumnya sempat terpuruk akibat pandemi covid-19. Sektor pariwisata di Bali sempat terpuruk dua tahun lebih. Termaasuk sektor perekonomian yang lainnya.

 

Kebijakan Pemerintah Provinsi Bali tanpa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri, dampak baiknya mulai dirasakan oleh pelaku pariwisata di Bali. Usaha-usaha yang bergantung terhadap toris asing mulai berhairah kembali.

 

  Jarrak Travel

Ni Nyoman Nati, salah seorang pedagang di pantai Legian, mengaku sejak dua tahun lalu sudah berhenti berjualan akibat covid-19. Tingkat kunjungan kunjungan wisata ke pantai Legian kecil, bahkan nyaris tidak ada.

 

Kondisi tersebut membuatnya harus menutup tempat usahanya karena jika dipaksakan sudah pasti merugi.

“Saya kemarin coba buka kembali, tapi tamunya hanya satu dua. Itupun tidak berbelanja. Tapi saya dengar kabar katanya tamu Australia sudah terbang ke Bali. Mudah-mudahan situasinya normal kembali dan saya bisa berjualan lagi,” ujarnya di temui Jumat (18/3/2022)

Baca Juga :  Luhut Akan ‘Sikat’ Serikat Pekerja yang Tolak Ahok jadi Bos Pertamina

 

Sementara pedagang lain di Pantai Kuta, berharap pemerintah mau perduli dengan masyarakat kecil, dengan membuka kembali pariwisata seperti biasanya, agar perekonomian cepat pulih kembali.

 

“Hari ini katanya sudah mulai ada toris asing terbang ke Bali, tapi saya kuatir sampai dibali tiba-tiba PPKM lagi karena ada varian baru. Kalau terus begini, rakyat bisa mati. Bukan mati karena covid, tapi mati karena kelaparan,’ ujar salah seorang pedagang di Pantai Kuta yang enggan ditulis namanya.

 

Lain halnya dengan I Made Sudiana, salah seorang Manager Hotel di Kuta. Dia menyambut baik kebijakan pemerintah provinsi Bali itu karena dengan kebijakan itu penerbangan internasional mulai ramai ke Bali.

 

Namun demikian, pihak hotel tidak ada persiapan khusus menyambut kunjungan wisata dari beberapa negara karena selama pandemi covid, hotel tetap buka, meskipun tingkat hunian jauh menurun.

Baca Juga :  Bupati Tabanan Apresiasi Program Semara Ratih

 

Tapi menurut Sudiana, pasca kebijakan pemerintah provinsi Bali yang memberlakukan bebas karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri, tingkat hunian hotel meningkat, yakni mencapai 85 persen yang didominasi tamu lokal.

“Ya saat ini tingkat hunian hotel mulai mengalami peningkatan, tapi kebanyakan tamu lokal,” tutur Sudiana yang juga guru SMK Pariwisata.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kristian Kuntadi, GM salah satu hotel di Ungasan, mengaku telah melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan wisatawan manca negara. Persiapan meliputi fasilitas, SDM dan termasuk aturan prokes.

 

Hal senada disampaikan oleh Made Terimayasa, pemilik Terimayasa Trans yang berkantor di Sanur. Menurutnya, saat ini sudah ada orderan tamu masuk ke perusahannya. Orderan itu seluruhnya wisatawan asing dari beberapa negara.

 

“Mudah- mudahan nanti tidak di PHP lagi oleh pemerintah sehingga semua bisa deal dan bisa bebas berwisata di Bali,” pungkasnya.(asa)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: