1
Sen. Sep 28th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

DI TENGAH PANDEMI COVID-19, JURUSAN AKUNTANSI FE UM GELAR PENYULUHAN PEMANFAATAN DANA PKBL PERUSAHAAN DI DESA KEJAPANAN, GEMPOL

2 min read

PASURUAN-JARRAKPOSBALI.COM – Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) adalah salah satu bentuk pelaksanaan CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan khususnya BUMN. Program kemitraan adalah suatu bentuk usaha yang dilakukan oleh BUMN untuk membantu usaha kecil menengah (UKM) agar lebih berkembang. Dalam pasal 66 ayat 2 (c) dan pasal 74 ayat 1-4 Undang – Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas telah jelas dinyatakan bahwa setiap perusahaan yang bersumber daya alam diwajibkan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungannya.

Untuk itu, pemerintah membuat peraturan mengenai pelaksanaan kegiatan CSR oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Bina Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan (PKBL).

Baca Juga :  MDA BULELENG DIHARAPKAN MAMPU MENJAGA KEARIFAN LOKAL DI BULELENG

Slamet Fauzan, S.Pd., M.Pd, pemateri atau penyuluh, mjelaskan bahwa strategi yang tepat sangat diperlukan guna mendukung keberlanjutan usaha pada UMKM. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Malang yang beranggotakan Dr. Puji Handayati, S.E., Ak., M.M., CA., CMA, Vega Wafaretta, S.E., M.S.A., Slamet Fauzan, S.Pd., M.Pd., dan Inanda Shinta Anugrahani, S.E., M.A., melaksanakan pengabdian kepada masyarakat Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada pelaku usaha dalam pemanfaatan dana PKBL perusahaan.

Desa Kejapanan, Papar dia, memiliki banyak potensi dan sumber daya dalam pembentukan usaha oleh masyarakatnya. Produk unggulan dari Desa Kejapanan ini adalah kue pia. Salah satunya adalah Pia Cahaya Tunggal milik Nurmasamah. Pada saat sesi tanya jawab, Nurmasamah tampak antusias mengajukan beberapa pertanyaan kepada pemateri. Hal ini mengindikasikan adanya ketertarikan pengusaha lokal Desa Kejapanan untuk mengetahui lebih detail terkait pemanfaatan dana PKBL perusahaan.

Baca Juga :  HPSN 2020: KORAMIL 1612-02/KOMODO RAYAKAN BERSAMA PARA MENTERI

Fauzan menambahkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2020 ini tetap menerapkan protokoler kesehatan di situasi pandemi Covid-19. Rendi Saputra, Kepala Desa Kejapanan, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan dana PKBL.

Pemaparan materi disampaikan dengan pendekatan langsung terhadap masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha. Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan penyuluhan yang disampaikan oleh Slamet Fauzan, S.Pd., M.Pd, mendorong adanya rencana tindak lanjut dalam pendampingan UMKM dalam pemanfaatan dana PKBL.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *