1 BULELENG UBAH SKEMA PENANGANAN PASIEN COVID-19 TAK BERGEJALA - Jarrak Pos Bali
23 Oktober 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

BULELENG UBAH SKEMA PENANGANAN PASIEN COVID-19 TAK BERGEJALA

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana sebagi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Buleleng berencana mengubah skema penanganan pasien COVID-19. Utamanya pada pasien yang tidak ada gejala.

“Sejak diterapkannya isolasi mandiri terhadap pasien COVID-19 yang tidak bergejala, ada kelonggaran sehingga terjadi peningkatan klaster penularan. Saya juga telah membicarakan ini kepada GTPP COVID-19 Provinsi Bali,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2020).

Penerapan skema isolasi mandiri ini diberlakukan untuk pasien terkonfirmasi COVID-19 yang tidak bergejala (asimtomatik) serta pasien dengan gejala ringan (simtomatik). Hal ini telah dibahas bersama dengan GTPP COVID-19 Provinsi Bali. Namun, GTPP Covid-19 Provinsi juga tengah melihat aturan terbaru dari Satgas pusat. “Karena apapun yang sifatnya penganggaran muaranya pasti ke aturan hukum yang berlaku. Sehingga kami belum bisa bertindak sebelum ada keputusan dari pusat,” jelas Agus.

Baca Juga :  “KKN PULANG KAMPUNG”: MANFAATKAN POTENSI DESA, MAHASISWA UM MALANG CIPTA JAENAB

Sebelumnya, lanjut Agus, penanganan COVID-19 di Buleleng sudah sangat ketat. Sehingga kasus terkonfirmasi COVID-19 terus mengalami penurunan. Bahkan hampir mencapai titik nol. Karena skema isolasi mandiri terhadap pasien terkonfirmasi COVID-19 ditentukan oleh Satgas Pusat, akhirnya seluruh wilayah menerapkan hal tersebut. Namun yang bisa ditekankan oleh Tim GTPP COVID-19 Buleleng saat ini hanya pemakaian masker dan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan di masyarakat yang menimbulkan keramaian.

“Kami terus menekankan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan harus lebih ditingkatkan lagi,” ucapnya.

Baca Juga :  PILKADA JEMBRANA 2020: SEKRETARIAT JEMBRANA KEMBALI JAYA DIPELASPAS

Selain itu, mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini ingin menerapkan kembali skema isolasi yang dilakukan di hotel atau tempat khusus. Namun hal tersebut belum mendapat keputusan dari pusat. Karena kembali lagi dijelaskan bahwa semua kebijakan yang membutuhkan penganggaran harus ada keputusan dari pusat. Menurutnya, hal sederhana yang dapat dilakukan saat ini untuk menghindari paparan COVID-19 yakni tetap memakai masker ketika melakukan kegiatan, jaga jarak satu sama lainnya. “Ingat juga rajin berolahraga, atur pola hidup yang bersih dan sehat, itu saja sangat sederhana,” pungkas Agus.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *