1
Sen. Sep 21st, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

GUBERNUR KOSTER AJAK PW NU BALI CIPTAKAN SUASANA GUYUB

2 min read

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Gubernur Bali, DR Ir I Wayan Koster, MM, mengatakan, budaya sebagai suatu identitas harus senantiasa dipertahankan dan dihindarkan dari degradasi yang bersumber dari pengaruh budaya luar.

“Justru kita harus tunjukkan seperti apa identitas Nusantara kita. Terlebih kita di Bali,” katanya sembari mengingatkan, “Jangan budaya malah dirusak atau bahkan dipakai sebab timbulnya gesekan di masyarakat.”

Gubernur Koster mengatakan hal itu saat menerima audiensi Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Bali di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Sabtu (18/7/2020) siang, seperti dilansir Humas Pemprov Bali.

Di hadapan tamunya, ia menyebut bahwa dirinya selaku gubernur juga bertugas untuk mengayomi seluruh komponen masyarakat di Pulau Dewata, termasuk kalangan NU dan organisasi keagamaan lain.

Baca Juga :  LAKALANTAS PETANI VS TNI: PETANI TEWAS, TNI TAK SADARKAN DIRI

“Pemerintah daerah punya kepentingan untuk menciptakan suasana kemasyarakatan yang damai. Kalau semua guyub, kondusif dan teduh, tentu sangat bagus. Jadikanlah Bali sebagai contoh bagi daerah lain,” ujar pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali.

Terkait jelang Konferensi Wilayah PW NU Bali pada medio Agustus mendatang, Gubernur Koster berpesan agar semua pihak yang terlibat selalu mengedepankan musyawarah mufakat untuk mengambil keputusan hingga memilih pemimpin.

“Semua dijalankan dengan niat yang baik, ngayah dan mengedepankan nilai kebersamaan. Semoga dengan demikian konferensi bisa berjalan lancar, dan jangan lupa menerapkan protokol kesehatan sesuai tatanan kehidupan Bali Era Baru yang sudah saya canangkan,” ucapnya, mengingatkan.

Baca Juga :  DANREM 163/WS, HUSEIN: COVID-19 CEPAT REDA KUNCINYA DI MASYARAKAT

Sementara itu, KH Abdul Aziz selaku Ketua PW NU Provinsi Bali mengamini pernyataan Gubernur Koster untuk selalu menjaga kondisi yang kondusif dan damai di Bali.

“Sebagai organisasi keumatan dan mendukung pemerintah, NU harus punya kontribusi untuk menjamin keadaan tersebut. Terlebih Bali sebagai destinasi pariwisata, harus dijaga bersama kondusivitasnya,” kata Abdul Azis.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *