1
Kam. Sep 24th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

KASUS ANAK KORBAN AJANG POLITIK: KPPAD BALI DESAK POLRES BULELENG SERIUS MEMPROSESNYA

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Mengetahui kasus anak korban ajang politik di Buleleng yang “digoreng” di Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng, membuat Komisioner KPPAD Bali A. A Sagung Anie Asmoro turun tangan.

Sagung Asmoro ikut angkat bicara karena penangan kasus pengaduan anak di bawah umur yang 2019 lalu diajak dalam kegiatan politik oleh salah satu calon Legeselatif dari Partai Nasdem Dapil Buleleng yang kini duduk di kursi empuk DPRD Bali, kini terkesan mau “dimain-mainkan” lagi oleh penyidik Unit PPA Satrreskrim Polres Buleleng seperti ulah Gakumdu tahun 2019 lalu.

Komisioner KPPAD Bali AA Sagung Anie Asmoro dikonfirmasi wartawan Senin (18/8/2020) menyatakan KPPAD Bali mendorong Polres Buleleng untuk memproses laporan korban sesuai dengan hukum yang berlaku dan segera memanggil pelaku yang disebut korban dan para saksi dalam keteranganya kepada polisi, aga segera dipanggil untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

“Itu kasus pelanggaran pilkada, kami KPPAD Bali sangat mendorong kasus hukumnya apalagi sudah ada bukti-bukti tentunya pihak kepolisian yang menentukan. Apa lagi sudah ada sanksi pelanggaran pelibatan anak di bawah umur,”ujar Sagung Asmoro.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: DITUDING SEBARKAN KEBENCIAN DI FB, GUS ADI DIKERANGKENG POLRES BULELENG

Mengingat pengawasan KPPAD provinsi Bali sangat jauh dari daerh Kabupaten Sagung Anie Asmoro menginginkan terbentuknya KPPAD Kabupaten untuk lebih gesit memantau kasus-kasus pelibatan anak dibawah umur. ”Kami berharap bisa terbentuk KPPAD di tingkat kabupaten. Jadi lebih cepat pengawasan kasus anak dibawah umur dan kami di provinsi Bali hanya ada di satu tempat dan terbatas jangkauan. Apalagi menjelang pilkada pengawasanya pun selain kami tentu masyarakat lebih penting bisa melaporkan kalau terjadi pelibatan anak di bawah umur ke Bawaslu, KPU, KPPAD jika terjadi pelanggaran saat Pilkada dengan bukti-bukti entah video, foto,” tegas Sagung Anie Asmoro

Akibat penanganan polisi terhadap kasus tersebut yang masih melelet, sang penjahat eksploitasi anak di bawah umur dalam aktivitas politik terkesan kebal hukum dan masih duduk manis di kursi empuk di lembaga terhormat, meski sudah dilaporkan 30 Juli 2019 di KPAI Pusat Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban Komang NS, 16, dulu diajak yoga kemudian dilibatkan dalam aksi pencarian suara untuk caleg tertentu yang kini sudah menjadi anggota dewa terhormat.

Baca Juga :  RAZIA GEPENG: 24 GEPENG DI BULELENG TERJARING RAZIA

Kepada polisi, korban sudah membeberkan secara detail dan rinci setiap Tindakan pelanggaran hukum yang dialaminya. Bahkan sempat diambil oleh preman kemudian dibawa ke Kantor Lurah Kampung Anyar, memaksa korban untuk meminta maaf karena telah membuka aib caleg tertentu yang Sudha viral di medsos.

Korban pun memeriksakan diri ke RSUD Kabupaten Buleleng dan korban Komang NS diperiksa oleh psikiater dan tertanggal 13 Agustus 2020. Hasilnya, korban KomangNS mengalami gangguan campuran Depresi dan Cemas serta harus melakukan pengobaan secara teratur. Hasil itu tercantum dalam surat keterangan evaluasi Kesehatan yang sudah diserahan ke penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng.

Bila Polres Buleleng bermain-maian kasus ini, maka dipastikan para petinggi Polres Buleleng terutama Kapolres Buleleng, Kasatreskrim Polres Buleleng, Kanit PPA Satreskrim Polres Buleleng bersama penyidik Unit PPA akan dilaporkan ke Kapolri.

Melihat fakta dan data serta bukti-bukti yang diserahkan korban maka dipastikan calon tersangka bakal dijerat dengan UU No. 35 Tahu 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *