1
Rab. Sep 23rd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PASAR BANYUASRI TETAP TIGA LANTAI, IMB MASIH DALAM PROSES

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Ribut-ribut tentang tinggi bangunan Pasar Banyuasri yang dikurangi dari rencana semula tiga lantai menjadi dua lantai, serta masalah belum miliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan), terjawab sudah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra menyebutkan, tinggi bangunan Pasar Banyuasri tetap tiga lantai sesuai rencana awal. “Tetap tiga lantai, seperti dulu. Tidak ada pengurangan tinggi bangunan,” tandas Adiptha kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/8/2020) siang.

Ia membantah isu yang berkembang bahwa pengurangan tinggi bangunan dari tiga menjadi dua lantai itu atas sasaran atau rekomendasi Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG). “Tidak benar. Yang benar TABG menyarankan kepada kita untuk menyediakan fasilitas untuk difabel atau disabelitas. Itu saja sarannya, bukan masalah tinggi bangunan,” bantah Adiptha.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: INFLASI DI BULELENG TAK TERPENGARUH OLEH COVID-19

Terkait dengan IMB Pasar Banyuasri yang sempat disoroti anggota dewan, Kadis Adiptha menjelaskan, izin untuk Pasar Banyuasri masih dalam proses. Yang jelas, kata dia, karena Pasar Banyuasri itu adalah asset Dinas Perindagkop maka yang berwenang mengurus IMB adalah Dinas Perindagkop. “Leading sectornya adalah Disperindagkop. Kami dari Dinas PUPR mendorong agar proses IMB itu segera selesai,” papar Adiptha lagi.

Baca Juga :  SUKSESKAN KETAHANAN PANGAN: KODAM IX/UDAYANA GELAR PANEN PADI PERDANA

Ia menjelaskan bahwa proses perizinan memerlukan waktu lama mengingat harus melewati Sidang Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG). Dari sidang tersebut, akan ada masukan-masukan dari TABG. “Sudah diproses untuk perizinan Pasar Banyuasri,” sebutnya.

Sidang ini harus dilalui karena pembangunan Pasar Banyuasri merupakan pembangunan gedung besar. TABG merupakan kumpulan dari ahli-ahli bangunan independen sehingga bisa memberikan masukan serta proses perizinan bisa berlanjut ke tahap selanjutnya. “Tidak ada perubahan yang signifikan. Para ahli akan memberikan masukan sehingga proses bisa dilanjutkan,” tutup Adiptha.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *