BeritaBulelengDaerahPolri
Trending

Pemukulan Karena Story IG, Berakhir Dengan Sipandu Beradat

SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Berawal dari story Instagram, kemudian pemukulan, berakhir dengan Sipandu Beradat.

Luh Dina Maharani (20) mungkin tidak akan melupakan kejadian yang menimpanya usai membuat story di Instagram.

Ternyata story yang dibuatnya itu membuat Nyoman Widiasari (28) merasa tersinggung dan mendatangi korban di rumahnya.

Awalnya, tujuan Widiasari untuk menanyakan maksud dan tujuan story itu, namun Dina menyampaikan itu tidak ditujukan kepada siapaun.

Tetapi, Widiasari yang terus menanyakan perihal tersebut dan korban tidak menanggapi, membuat Widiasari melalukan pemukulan.

Dina kemudian menerima pukulan di bagian pipi sebanyak dua kali yang mengakibatkan pipi kirinya menjadi lebam.

Baca Juga :  Pemda Bangli Laksanakan Upacara Wana Kerthi di Pura Pucak Hyang Ukir
  Jarrak Travel

Peristiwa pemukulan itu terjadi pada hari Senin, 8 Agustus 2022 pukul 07.30 WITA.

Korban Dina yang tidak terima kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Bhabinkamtibmas Desa Munduk, Aiptu Nyoman Wiastrawan.

Bhabinkamtibmas tetap melalukan tindakan kepolisian dengan membantu mengajak korban untuk mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas.

Kedua belah pihak kemudian dipertemukan pada hari Kamis, 18 Agustus 2022 pukul 10.30 WITA di Ruang Rapat Desa Adat Munduk.

Pertemuan itu juga melibatkan Perbekel Desa Munduk, Kelian Banjar Dinas Beji, Bendesa Adat, Manggala Adat, dan Kelian Subak.

Mereka kemudian memberikan pemahaman kepada Widiasari bahwa main hakim sendiri bukan sebuah perbuatan yang terpuji.

Baca Juga :  KAKANWIL DJBC BALI, NTB dan NTT, AUDENSI KE KAPOLDA BALI

Menyadari kesalahannya, Widiasari meminta maaf kepada Dina dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Seperti gayung bersambut, korban pun memaafkan perbuatan Widiasari.

Permintaan maaf dan komitman Widiasari juga dituangkan dalam surat pernyataan yang ditanda tanganinya dan juga oleh komponen Sipandu Beradat.

Bhabinkamtibmas Desa Munduk, menjelaskan bahwa penyelesaian dengan Sipandu Beradat untuk menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif.

“Disarankan kepada masyarakat didalam menghadapi permasalahan untuk tidak main hakim sendiri,” ujarnya seijin Kapolsek Banjar.

“Mari hadapi dengan kepala dingin dan selesaikan dengan baik baik”, pesan Aiptu Nyoman Wiastrawan. (fJr/JP)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: