1
Kam. Sep 24th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

VIRUS CORONA: WOW, DUA PASIEN CORONA DI BULELENG SEMBUH LAGI

3 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Ancang-ancang Buleleng dan Bali bisa bebas dari wabah virus corona (COVID-19) akhir bulan Mei atau awal Juni 2020 bakal terujud. Ini lantaran pergerakan atau menyebaran COVID-19 mulai melemah.

Ini bisa dilihat dari data perkembangan pasien corona yang sembuh di Kabupaten Buleleng dalam beberapa hari terakhir ini. Misalnya, hari ini diumuman GTPP COVID-19 Kabupaten Buleleng bahwa dua pasien corona di Bumi Panji Sakti itu kembali dinyatakn sembuh.

Kedua pasien corona yang dinyatakan sembuh adalah pasien dengan kode 42 dan kode 43. Keduanya diperolehkan pulang ke rumah setelah hasil test swab kedua kembali dinyatakan negatif. Maka sesuai prosedur penanganan COVID-19 pasien yang hasil tes swabnya dua kali berturut-turut negattif, dinyatakan sembuh.

Menurut data yang diterima media ini dari GTPP COVID-19 Kabupaten Buleleng, Bali, bahwa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 42 berasal dari Desa Bondalem Kecamatan Tejakula dan satu lagi dengan kode PDP 43 asal Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan.

Kedua pasien yang telah dinyatakan sembuh ini, sebelumnya telah dirawat di Rs Pratama Giri Emas selama lebih dari 14 hari. Tepat pada Rabu (20/5/2020), setelah menerima hasil swab kedua dan hasilnya negatif, kedua pasien tersebut diperbolehkan kembali kerumahnya masing-masing.

Sekretaris GTPP COVID-19 Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd, saat memberikan keterangan pers bersama awak media secara online, Rabu (20/5/2020), menjelaskan, sampai hari ini jumlah pasien terkonfirmasi yang dinyatakan sembuh secara kumulatif berjumlah 32 orang.

Baca Juga :  ATURAN WAJIB RAPID TEST DIGUGAT KE MA

“Jadi, kita bisa melihat dari tren kesembuhan di Buleleng saat ini semakin baik. Jika diambil persentasenya, kita berada pada angka rata-rata yakni 50 – 55 % terjadi kesembuhan,” kata Suyasa.

Saat ini dengan angka terkonfirmasi kumulatif di Buleleng mencapai 51 orang dan yang dinyatakan sembuh sebanyak 32 orang. “Ini artinya perbandingan jumlah pasien yang terkonfirmasi dan dinyatakan sembuh sudah lebih dari 60%,” tutur Suyasa.

Selanjutnya, ditanya terkait target dari Pemkab Buleleng terhadap penanganan COVID-19 di Buleleng, Suyasa menjelaskan, jika boleh ditargetkan tentu hingga akhir bulan ini tepatnya 29 Mei adalah target tanggap darurat. “Ini adalah estimasi, sama halnya saat estimasi awal kita pada Bulan April. Kemudian di akhir April masih ditemukan kasus baru maka diperpanjang kembali status tanggap darurat tersebut,” jelasnya.

Tanggap darurat ini, kata dia, adalah salah satu estimasi yang dijadikan target. Pemkab berusaha tidak lagi memperpanjang status tanggap darurat, hal ini menunjukkan kondisi penanganan COVID-19 sudah baik dan tidak ada lagi perkembangan penyebarannya. “Jika ini dapat diwujudkan, maka Pemkab Buleleng akan beralih pada status pemulihan,” harapnya.

Sekretaris GTPP COVID-19 Buleleng yang juga Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Buleleng ini juga menjelaskan terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng saat ini. Untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Buleleng secara kumulatif berjumlah 60 orang, dengan rincian pasien yang di rawat di Buleleng sebanyak 13 orang dan sudah dinyatakan sembuh 32 orang serta PDP yang Negatif berjumlah enam orang.

Baca Juga :  “KKN PULANG KAMPUNG”: MANFAATKAN POTENSI DESA, MAHASISWA UM MALANG CIPTA JAENAB

“Adapun pasien yang dirujuk ke Denpasar sebanyak enam orang, dan Pasien terkonfirmasi yang dirawat diluar Buleleng berjumlah 8 orang,” tegas Suyasa.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 99 orang yang keseluruhannya sudah selesai masa pantaunya. Kemudian, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 1.095 orang dan sudah selesai masa pantau 758 orang, karantina mandiri sebanyak 336 orang, dan Karantina di RS Pratama Giri Emas berjumlah satu orang.

Pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala). Secara kumulatif berjumlah 3.155 orang dengan rincian 2.968 diantaranya sudah selesai masa pantau selama 14 hari dan sisa yang masih dipantau sebanyak 187 orang, terdiri dari pekerja kapal pesiar berjumlah 100 orang, TKI lainnya terdapat 50 orang, pulang dari luar negeri ada dua orang, serta orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia berjumlah 35 orang.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *