1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

ABAIKAN DPP PARTAI NASDEM, GUNASTAWA GELAR RAPAT BERSIH-BERSIH LOYALIS DPP

3 min read

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Bak sebuah istana yang dibangun diatas pondasi pasir, runtuh perlahan tak terhindar saat ombak menerpa pantai. Gambaran tersebut kiranya kini membayangi bangunan politik bernama Partai NasDem Bali.

Tanda-tanda kehancuran Partai NasDem Bali itu mulai terlihat terang benderang karena Ketua DPW Partai NasDem Bali “illegal” alias yang sudah dicopot dari jabatannya, IB Oka Gunastawa, sedang melakukan manusver politik.

Ada wacana yang berkembang bahwa Gunastawa akan melakukan penyegaran struktur pengurus di tingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota. Padahal, Gunastawa sudah dicopot dari jabatan Ketua DPW NasDem Bali sejak bulan Februari 2020 lalu dan tongkat kepemimpinan DPW NasDem Bali diambil alih NasDem Pusat dengan menunjuk PLt Ibu Jeannette Sudjunadi, Ketua DPP bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan.

Wacana penyegaran struktur pengurus di tingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota se-Bali oleh kubu Gunastawa rupanya menimbulkan keresahan kader akar rumput. Seperti Dewa Jack, salah satu kade rmilitan NasDem dari Buleleng. Ia mengaku heran dengan tingkah laku tidak dewasa Gunastawa.

Dewa Jack mendesak DPP Partai NasDem untuk segera mengantisipasi gerakan kucing-kucingan ala Gunastawa tersebut. Sebab, kata dia, bila dibiarkan akan mejadi “virus corona” berbahaya di tubuh Partai NasDem Bali. “Kami minta DPP harus segera bertindak dan segera mengisi semua jabatan structural NasDem di Bali, baik di DPW maupun di DPD-DPD Kabupaten/Kota se-Bali,” desak Dewa Jack.

Media ini juga mendapat kabar lain dari Kabupaten Tabanan. Ditengarai ada agenda pergantian beberapa ketua NasDem tingkat Kabupaten/Kota dengan tidak mengindahkan AD/ ART Partai bahkan seolah dilakukan dengan cara kucing-kucingan. Parahnya wacana penyegaran pengurus tersebut tanpa melibatkan peran Sekretaris dan OKK NasDem Bali.

Baca Juga :  Mencegah Arus Demokrasi Balik

Dalam sebuah postingan di Facebook atas nama I Komang Adi Wisnaya, pemilik akun ucapkan selamat kepada Ida Bagus Widi atas jabatan Ketua DPD NasDem Tabanan yang saat ini masih dijabat oleh I Wayan Sarjana. Celakanya lagi, rancangan susunan pengurus baru pun sempat beredar dalam sebuah foto layar laptop yang menampilkan draft nama-nama pengurus baru.

Ida Bagus Widi sendiri ternyata suami Ida Ayu Ketut Candrawati, anggota DPRD Kabupaten Tabanan dari Partai NasDem. Dan setelah ditelusuri, dari beberapa sumber mengatakan bahwa Dewan Pimpinan Pusat Partai besutan Surya Paloh memang belum mengeluarkan Surat Keputusan yang menunjuk Ida Bagus Widi sebagai Ketua NasDem Tabanan menggantikan Wayan Sarjana

Made Putrayadi selaku Sekretaris DPD Partai NasDem Tabanan sampaikan bahwa ia siap menerima penugasan partai dimanapun posisi jabatannya, namun ia juga tegaskan asalkan dilakukan sesuai mekanisme partai bukan karena unsur nepotisme atau karena persemetonan belaka.

“Kita kan Partai yang mengemban amanat restorasi, malulah jika melanggar aturan, apalagi aturan internal sendiri,” ujar Putrayadi. “Saya yakin baik di DPW maupun DPP masih banyak ada orang-orang baik yang taat aturan partai,” sambungnya lagi.

Namun tak hanya soalan Tabanan, Ni luh Djelantik, Ketua DPP NasDem bidang UMKM mempertanyakan legalitas jabatan Ketua NasDem Bali yang setahu dirinya sejak Bulan Februari 2020 lalu kepemimpinan DPW NasDem Bali akan diambil alih NasDem Pusat dengan menunjuk PLt Ibu Jeannette Sudjunadi, Ketua DPP bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan.

Jika benar seperti yang dinyatakan oleh Djelantik, maka koalisi Golkar- NasDem tingkat Provinsi untuk hadapi Pilkada 2020 di 6 Kabupaten/Kota se-Bali dipertanyakan keabsahannya. Pasalnya koalisi tersebut ditandatangani oleh IB Oka Gunastawa yang sebenarnya sudah berakhir jabatannya seiring ditunjuknya Ketua Plt NasDem Bali yang baru.

Baca Juga :  KETUA DPRD BULELENG: “GALUNGAN, MOMENTUM UMAT PERERAT MENYAMA BRAYA”

Mosi tidak percaya atas kepemimpinan IB Oka Gunastawa dilayangkan dalam sebuah surat kepada Ketua Umum NasDem, Bapak Surya Paloh. Dalam surat setebal 6 halaman tersebut dibeberkan alasan-alasan yang melandasi sikap para pengurus NasDem di Bali untuk menolak kepemimpinan Gunastawa. Memperkuat surat, para pengurus melampiri dengan tanda tangan bersama dan surat pernyataan bermaterai siap mundur.

Momentum pilkada menjadi ujian berat buat NasDem Bali, terutama untuk mempertahankan kemenangannya di Karangasem. Apakah istana itu dibangun diatas fondasi batu kali yang kokoh, ataukah hanya diatas pasir yang sewaktu-waktu dapat runtuh oleh hempasan ombak.

Kerancuan acara penyebaran struktur pengurus juga terlihat dari undangan yang beredar. Undangan tersebut tidak ada tanda tangan Ketua DPW dan Sekretaris DPW NasDem Bali, dan tidak isi stempel partai.

Dalam undangan “abal-abal” itu tercantum hari pelaksanaan rapat Minggu, 21 Juni 2020, pukul 10.00 wita, tempat acara di Warung Bendega, Renon. Acaranta Rapat Dewan Pengurus Wilayah (Pleni Diperluas), dan agenda rapatnya adalah Penyegaran dan Penguatan Struktur DPW dan DPD se-Bali.

Bagaimana tanggapan IB Oka Gunastawa? Sayang hingga berita ini diposting belum ada anggapan dari Gunastawa. Media ini sudah menghubungi Gunastawa via WhatsApp (WA) pukul 12.34 wita namun hanya dibaca dan tidak memberikan keterangan apapun terhadap konfirmasi yang dilakukan media ini hingga pukul 14.00 wita.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *