1 INFO PERBATASAN RI-TIMOR LESTE: TNI SATGAS PAMTAS BANTU PEMASANGAN ATAP RUMAH ADAT SUKU MAMULAK - Jarrak Pos Bali
29 Oktober 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

INFO PERBATASAN RI-TIMOR LESTE: TNI SATGAS PAMTAS BANTU PEMASANGAN ATAP RUMAH ADAT SUKU MAMULAK

2 min read

ATAMBUA-JARRAKPOSBALI.COM – Ternyata Satgas Pengamanan Perbatasan Negara (Pamtas) Yonif Raider Khusus (RK) 744/SYB bukan hanya menjaga perbatasan antarnegara, tetapi juga melakukan kegiatan social.

Seperti yang dilakukan personel Pos Nananoe Satgas Pamtas Yonif Raider Khusus 744/SYB. Mantan pasukan elite Timor Timur (kini Timor Leste) itu bersama masyarakat melaksanakan karya bakti pemasangan atap rumah adat Suku Mamulak di Dusun Fukafehan’be, Desa Aasunkara, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan itu juga bertujuan untuk menjalin hubungan tali silaturahmi dengan masyarakat sehingga terjadi komunikasi dua arah dalam menerima masukan dan saran dari masyarakat untuk mendukung tugas pokok Satgas Pamtas Yonif Raider Khusus 744/SYB dan keberadaan Satgas Pamtas di tengah-tengah masyarakat dapat dirasakan manfaatnya.

Baca Juga :  INFO PERBATASAN RI-TIMOR LESTE: BERJALAN KAKI 2 KM, YONIF 744/SYB BANTU WARGA AMBIL AIR BERSIH

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif RK 744/SYB Letkol Inf Alfat Denny Andrian, dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (17/9/2020) dan dilansir Pendam IX/Udayana, Minggu (20/9/2020).

Dikatakannya, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh pos Nananoe yang dipimpin Letda Inf Adi Kurnia selaku Danpos Nananoe beserta lima orang personelnya.

“Di perbatasan RI-RDTL banyak terdapat berbagai macam suku yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia, penduduk masing-masing suku membentuk komunitas di tempat tinggalnya, seperti pembangunan rumah adat,perbaikan atap rumah adat suku Mamulak di Dusun Fukafehan’be, Desa Alasunkara ,Kabupaten Belu, NTT.” jelasnya

Di tempat terpisah, Danpos Nananoe Letda Inf Adi Kurnia mengatakan, pemasangan atap ini diawali dengan ritual adat seperti penyambutan dari tokoh masyarakat, memakan sirih pinang yang merupakan tradisi dari adat suku Mamulak. Kemduian dilanjutkan pememotongan hewan peliharaan seperti sapi, babi dan ayam yang akan dimasak serta dikonsumsi secara bersama-sama oleh warga masyarakat. β€œHal ini merupakan kebiasaan yang telah diturunkan oleh nenek moyang mereka dalam pembangunan rumah adat suku Mamulak,” ucap Letda Kurnia.

Baca Juga :  POLISI BAGI MASKER, TNI HUKUM PUSH-UP WARGA TAK PAKAI MASKER

Sementara itu Siprianus Meak, 50, tokoh adat Suku Mamulak dan Oktovianus, 43, salah satu warga menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel Pos Nanaenoe yang telah membantu pemasangan atap rumah adat Suku Mamulak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak TNI dan pemasangan atap rumah adat ini,” ujar mereka.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *