Berita

Pasca Viral di Medsos, Petugas PLN Rayon Kapal Temui Ida Bagus Alit Saskara

MANGUPURA, jarrakposbali.com ! Pasaca viral di media sosial terkait protes warga yang dikenakan biaya pemindahan tiang listrik hingga Rp 12 juta rupiah, pihak PLN Rayon Kapal kembali menemui Ida Bagus Alit Saskara.

Ida Bagus Alit Saskara dikonfirmasi redaksi jarrakposbali.com membenarkan ada dua orang petugas PLN Rayon Kapal menemuinya, Selasa (20/9/2022) siang.

Menurutnya, kedatangan dua orang petugas PLN tersebut untuk melakukan survei ulang lokasi tiang listrik yang berdiri di halaman rumahnya di Desa Sangeh, Badung. Dua petugas PLN tersebut menurut Ida Bagus Alit Saskara juga datang membawa RAB.

“Setelah disurvei ulang, saya disuruh bersurat lagi ke PLN terkait keberatan biaya pemindahan sebesar dua belas juta rupiah lebih,” ujar Ida Bagus Alit Saskara, Selasa (20/9/2022) malam.

Baca Juga :  DPMPTSP Gelar Sosialisasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Melalui Sistem OSS

Petugas PLN yang datang menemuinya menurut Ida Bagus Alit Saskara juga menyampiakan keberatannya atas unggahan dirinya di media sosial dan menjadi viral.

Namun dirinya menyampaikan kepada petugas PLN yang datang bahwa unggahannya merupakan realita dan fakta dan telah dipertimbangkan matang-matang sebelum mengungah.

  Jarrak Travel

“Bahkan setelah saya unggah ternyata banyak netizen yang mengalami nasib yang sama,” ujarnya.

Ida Bagus Alit Saskara mengaku sangat menyayangkan tindakan PLN yang minta biaya pemindahan tiang listrik di halaman rumahnya sebesar Rp 12 juta lebih. Padahal menurutnya saat pemasangan tiang listrik tersebut tidak meminta ijin kepada dirinya terlebih dahulu.

Baca Juga :  Rapat Evaluasi Kegiatan Pemberian Bantuan kepada Masyarakat akibat dampak Covid-19  

“Ini kalau saya minta sewa lahan gimana? Padahal tiang listrik itu sudah bertahun-tahun berdiri di pekarangan rumah saya dan sangat mengganggu,” tutupnya.

Terkait protes tersebut, Agus bagian Teknisi PLN Rayon Kapal dikomfirmasi melalui WhatsApp tidak memberikan tanggapan apapun. Padahal pesan WhatsApp yang dikirimkan redaksi kepada dirinya dibaca, namun tidak dibalas.

Dicoba mengkomfirmasi kepada Manager ULP Mengwi I Dewa Gede Gina Sanjaya melalui WhatsApp juga tidak bersedia memberikan tanggapan. Padahal WhatsApp yang dikirimkan telah dibacanya.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: