BeritaBulelengDaerahEkonomi
Trending

Sampai Kuras Tangki Mobil! Keluh Pemilik Boat Labuhan Lalang

SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Pemilik boat di Labuhan Lalang mengeluh sampai menguras tangki mobil untuk isi bahan bakar.

Sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi khususnya pertalite menjadi keluhan tersendiri di kalangan penyedia jasa penyeberangan.

Hal itu terjadi pada penyedia jasa penyeberangan menuju objek wisata Pulau Menjangan, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Sekretaris Organisasi Paguyuban Sopir Boat Labuhan Lalang, Putu Winarta; menyebutkan bahwa mereka kini semakin sulit mendapatkan BBM untuk kapal mereka.

Akses mereka untuk mendapatkan pertalite kini dinilai berbelit-belit sehingga membuat pemilik boat gigit jari.

Padahal beberapa kesempatan, banyak wisatawan secara tiba-tiba datang ke dermaga Labuhan Lalang untuk menyeberang ke Pulau Menjangan.

Baca Juga :  Dikmas Lantas Polres Klungkung Berikan Sosialisasi Prokes dan Tertib Berlalu Lintas Serta Bagikan Masker Kepada Masyarakat
  Jarrak Travel

“Kondisi seperti itu dipastikan kami kelabakan, kadang tamu datang langsung meminta untuk mengantar menyeberang,” terangnya.

Menghadapi situasi tersebut, beberapa pemilik boat bahkan sampai memutar otak untuk menjangkau BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk membeli pertalite.

Mereka terlebih dahulu mengisi pertalite pada kendaraan mobil pribadi, karena petugas SPBU tidak melayani pembelian BBM menggunakan jerigen.

“Serba sulit, kita tidak mungkin bawa boat kita ke SPBU kan?” ucap Winarta.

“Bahkan ada yang terpaksa mengakali dengan cara menguras BBM dari mobil setelah mengisi di SPBU,” lanjutnya kecewa.

Winarta menuturkan bahwa sekali perjalanan menuju ke Pulau Menjangan, setidaknya membutuhkan 13 liter pertalite untuk mesin kapal.

Baca Juga :  Kajati & Asdatun Kejati Sumatra Utara Diganjar Penghargaan BPI Award

Tak jarang ia juga terpaksa membeli BBM eceran dengan harga membengkak, hanya untuk tetap berjalannya oprasional harian boat.

“Dulu sebelum naik kita beli pertalite Rp10 ribu per liter, sekarang sudah Rp12 ribu,” ujarnya.

“Jika pemedek sembahyang butuh minimal 13 liter, tapi jika rekreasi bisa lebih,” jelasnya.

Labuhan Lalang merupakan salah satu penyebrangan menuju Pulau Menjangan yang diakses oleh pemedek Hindu untuk kegiatan sembahyang.

Selain itu, juga sebagai akses untuk tempat wisata rekreasi hingga menyelam bagi pencinta aktifitas snorkeling dan diving. (fJr/JP)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: