1
Rab. Sep 23rd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

VIRUS CORONA: SPICE BEACH CLUB LOVINA GELAR PERSEMBAHYANGAN DI PANTAI LOVINA

3 min read

LOVINA-JARRAKPOSBALI.COM – Gencarnya serbuan virus corona alias COVID-19 terhadap masyarakat dunia internasional termasuk di Pulau Dewata Bali, belum bisa dihentikan dengan obat, sehingga satu-satu cara adalah memohon perlindungan kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan).

Menyadari itu, manajemen Spice Beach Club Lovina bersama prajuru Desa Pakaman Kaliasem, Perbekel Kaliasem bersama jajarannya, dan anggota Fraksi PDIP DPRD Buleleng Ketut Widana, menggelar persembahyangan di Pura Segara Desa Kaliasem di kawasan wisata Lovina persis di sebelah timur areal Spice Beach Club Lovina, Sabtu (21/3/2020) pagi.

Usai persembahyangan di Pura Segara dilanjutkan dengan upacara Pekelem atau Tolak Bala ke tengah laut dengan menggunakan perahu.

Owner Spice Beach Club Lovina, Nyoman Arya Astawa, menjelaskan dalam kondsi gencarnya infeksi virus corona ini maka salah satu cara untuk menangkal virus mematikan ini hanya dengan meminta perolongan kepada Tuhan melalui doa-doa dan persembahyangan.

“Kami melakukan persembahyangan ini dengan memohon kepada yang di atas Widhi Sang Widhi Wasa, (Tuhan, red), semoga musibah COVID-19 ini cepat berlalu. Melalui persembahyangan ini, Ida Hyang Widhi Wasa bisa memberi perlindungan dan memberi jalan yang terbaik sehingga musibah COVID-19 ini cepat berlalu,” ujar Arya Astawa yang akrab disapa Mang Dauh itu.

Baca Juga :  POLITIK: TIDAK SUKA POLITIK CANIBAL, MADE TEJA MUNDUR DARI NASDEM

Mang Dauh juga berharap melalui persembahyangan ini, umat manusia terutama masyarakat Buleleng khususnya manajemen dan seluruh jajarannya karyawan Spice Beach Club Lovina diberi keselamatan dan ketenangan dalam menghadapi musibah virus corona ini.

Selaku tokoh utama pariwisata Lovina, Mang Dauh meminta rekan-rekannya praktisi atau pelaku pariwisata di Buleleng untuk mentaati himbau pemerintah terkait larangan penutupan sejumlah objek wisata. “Kita mengikuti himbauan pemerintah tentang larangan akses objek wisata untuk public sudah mulai ditutup. Ini hal yang penting yang perlu kita lakukan untuk memotong peredaran virus corona ini seminimal mungkin,” ujarnya.

“Yang kedua, kami di Spice Beach Club juga sudah melakukan penyemprotan dengan vaksin walau bukan vaksin corona tetapi bisa untuk meminimaize penyebaran virus corona yang terjadi di daerah kami. Juga menyediakan hand sanitizer,” ungkap Mang Dauh.

Pada kesempatan itu Mang Dauh juga menghimbau kepada rekan-rekannya praktisi pariwisata untuk menyiapkan fasilitas pendukung pengecahan penyebaran virus corona seperti menyediakann hand sanitizer di setiap hotel dan restoran mapun objek-objek wisata.

“Intinya, mari kita jangan panik, kita tetap bergotong royong bahu-membahu semoga kondisi ini cepat pulih yang mana Bali notebene sektor ekonominya ada di pariwisata akan cepat kembali pulih dan virus ini cepat berlalu,” papar Mang Dauh.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: SEKKAB SUYASA INGATKAN NEW NORMAL BUKAN BENTUK KEBEBASAN BARU

Harapan serupa juga disampaikan anggota Fraksi PDIP DPRD Buleleng, Ketut Widana yang ikut dalam acara persembahyangan tersebut. “Melalui persembahyangan ini kami memohon kepada Hyang Widhi agar virus corona yang menjadi masalah bangsa ini cepat berlalu. Mudah-mudahan dengan doa ini kami dan masyarakat Kaliasem dijauhkan dari virus corona,” ucap Widana.

“Harapan kami, mudah-mudahan virus corona ini cepat berlalu dan kita bisa beraktivitas kembali seperti sebelumnya dan ekonomi kembali bangkit dan masyarakat bisa hidup kembali dalam situasi normal dan ekonomi maju,” papar Widana yang juga mantan Perbekel Desa Kaliasem itu.

Perbekel Kaliasem Ketut Sugiarta menilai, kegiatan persembahyang dalam rangka melawan virus corona ini sangat positif karena ada nilai ritualnya yang bertujuan untuk meminta keselamatan dari Tuhan agar musibah virus corona ini cepat berlalu.

Ia juga bangga karena Spice Beach Club Lovina sudah menerapkan standar sesuai himbauan pemerintah. Misalnya menyediakn hand sanitizer dan jarak duduk saat sembahyang pun suda sesuai dengan himbauan pemerintah yakni minimal 1 meter.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *