1
Sen. Sep 21st, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

DILANDA KREDIT MACET, LPD ANTURAN KOLAPS, TAK BISA BAYAR UANG NASABAH

3 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Dalam beberapa pekan terakhir ini masyarakat Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Bali, guncang. Ini lantaran mereka tidak bisa menarik uangnya di LPD Anturan baik di dalam bentuk deposito maupun tabungan.

Bukan hanya krama adat Desa Pakraman Anturan yang menyimpan uangnya di LPD tersebut, tetapi krama dari luar desa adat tersebut pun menyimpan uang di LPD itu. Termasuk sejumlah warga negara asing pun menyimpan uangnya di LPD dalam bentuk deposito dengan nilai yang sangat besar yakni Rp 7 miliar.

Biang kerok kolapsnya LPD Anturan adalah kredi macet. Akibat kredit macet itu, manajemen LPD Anturan tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar bila nasabah menarik uangnya.

Selama dua hari berturut-turut yakni Sabtu (20/6/2020) dan Minggu (21/6/2020) sore hingga malam hari digelar pertemuan dengan perwakilan nasabah. Sesi Sabtu (20/6/2020) dikhususkan untuk nasabah dari luar Desa Adat Anturan termasuk para bule alias WNA yang juga menyimpan uangnya di LPD bermasalah tersebut.

Sesi Minggu (21/6/2020) khusus untuk nasabah yang berasal dari Desa Adat Anturan. Pun demikian sejumlah nasabah dari luar Desa Adat Anturan pun hadir seperti mantan anggota DPRD Bali dari Golkar Ketut Janayasa, SH, yang berasal dari Desa Nagasepaha serta mantan PR III Undiksha Singaraja Putu Sriarta dari Desa Pemaron.

Dalam dua kali pertemuan itu dihadiri Ketua LPD Anturan Nyoman Arta Wirawan, Kelian Desa Adat Anturan Drs Ketut Mangku, Perbekel Anturan Ketut Soka, S.Pd, dan tamu istimewa Prof DR Sujadi Budi, Staf Ahli Gubernur Bali, sebagai ahli dan keynote speaker dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: LSM GEMA NUSANTARA SUMBANG APD KE RSP GIRI EMAS

Perdebatan seru tersaji dalam dua sesi pertemuan itu. Para nasabah secara bergantian menyerang Ketua LPD Anturan Arta Wirawan. Mereka menuntut manajemen harus segera mengembalikan uang mereka. Sebagai jaminan harus dibuatkan surat pernyataan dari Ketua LPD Anturan Arta Wirawan.

Bukan hanya itu, nasabah yang hadir juga membongkar sejumlah kejanggalan yang yang terjadi di LPD Anturan, antara lain penyimpanan uang LPD Anturan di bank atas nama pribadi Ketua LPD Arta Wirawan. Bukan hanya itu, kebijakan manajemen LPD Anturan yang membiaya tanah kavlingan juga dipersoalkan dalam pertemuan tersebut.

Nyoman Mariana, salah satu nasabah, mengkritik keras manajemen LPD Anturan maupun tim penyelemat LPD. “Kita sama-sama pegang kata-kata ini. Artinya tim penyelemat ini mempunyai komitmen, bukan hanya sekedar tim gradak-gruduk,” kritik Mariana.

“LPD sesuai dengan Perda Provinsi Bali itu, sudah ada larangan, sudah ada rambu-rambu tidak boleh mengkavling tanah. Bukan alasan COVID, COVID kan baru. Oleh karena itu saya mohon, Ketua LPD sesuai dengan janjinya secara niskala dan sekala,” serang Mariana.

Marian juga menyerang dan mengkritik habis-habisan Badan Pengawas LPD. Kata dia, kredit macet juga tidak terlepas dari lemahnya pngawasan dari Badan Pengawas.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: BULELENG MAKSIMALKAN RAPID TEST UNTUK DETEKSI AWAL

Namun masalah uang LPD di bank yang dalam rekening pribadi Ketua LPD Anturan itu dijawab Prof DR Sujadi Budi. Ia menyatakan itu benar dan tidak salah. Karena bank-bank devisa tidak menerima LPD sebagai badan hukum. “Jangan mengira ini korupsi. Silahkan ditanya bank-bank devisa tidak menerima LPD sebagai badan hukum. Silahkan ditelurusi, silahkan dicek. Sehingga nama Ketua LPD-lah yang dipakai di bank,” jelas Prof Budi. “Saya bertanggung jawab atas pernyataan saya,” tegasnya meyakinkan.

Setelah melalui perdebatan Panjang selama dua sesia Sabtu dan Minggu, akhirnya dibuat kesimpulan sebagai hasil pertemuan kedua kubu yang akan dijadikan pijakan menyelesaiakan persoalan dana nasabah.

Pertama, disebutkan bahwa pembayaran bunga deposito dinolkan dari bulan Juli sampai dengan bulan Desember 2020. Kedua, deposito yang sudah jatuh tempo wajib diperpanjang dan tidak ada penarikan deposito, kemudian deposito tidak boleh dimutasi ke tabungan.

Ketiga, penarikan tabungan tetap masih berjalan sesuai dengan situasi dan kondisi keuangan LPD. Keempat, penurunan suku bunga deposito.

Usai pertemuan kepada media ini, Ketua LPD Anturan Nyoman Arta Wirawan begitu percaya diri bahwa dalam waktu enam bulan pihaknya sudah mendapat dana untuk membayar dana tabungan nasabah. “Yakin bisa dapat dana lebih untukmembayar uang nasabah” ujar Arta Wirawan.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *