1 GELAR TREK-TREKAN, 11 PEMBALAP LIAR DITANGKAP POLISI - Jarrak Pos Bali
29 Oktober 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

GELAR TREK-TREKAN, 11 PEMBALAP LIAR DITANGKAP POLISI

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Dalam situasi masih pandemic COVID-19 beberapa orang malah nekat menggelar aksi trek-trekan dengan menggunakan sepeda motor di Jalan Umum Jurusan Singaraja – Pemaron.

Trek-trekan alias balapan liar itu dilakukan sebagian anak belum dewasa terjadi Minggu (21/6/2020) pukul 02.15 wita dinihari tadi.

Karena ulah para pembalap liar itu membahayakan pengguna lainnya serta menganggu ketenangan warga di sekitar Kawasan itu sehingga polisi pun langsung melakukan aksi balasan berupa penggerebekan.

Aksi penggerebekan itu dilakukan Patroli Sabhara yang dipimpin langsung Kasat Sabhara AKP Nengah Muliadi, S.H. “Selama ini beberapa masyarakat sering melaporkan trek-trekan dan begitu unit patroli datang ke lokasi mereka menghilang sepertinya kucing kucingan,” jelas Kasat Muliadi.

Baca Juga :  KEMENHUM-HAM RENCANA BENTUK POS LAYANAN HUKUM-HAM DI DESA

Namun, kata Kasat Muliadi, kali ini para pembalap liar itu tidak biasa kabur karena sudah dikepung anggoat Patroli Sabhara dan sedikitnya 11 pembalap liar yang sering membuat onar di jalan ray aitu pun dibekuk.

“Beberapa orang yang melalukan trek-trekan karena Unit Reskrim dan Unit Intel sudah mencium akan adanya trek-trekan sehingga dengan melakukan penyamaran akhirnya berhasil mendapatkan informasi yang pasti dan saat melakukan trek-trekan unit patroli Sabhara melalukan upaya pengamanan,” papar Kasat Muliadi.

Disebutkannya, dari tindakan Kepolisian itu polisi berhasil mengamankan 7 sepeda motor dan 11 orang yang merupakan pemilik motor dan yang turut melakukan trek-trekan.

Baca Juga :  INFO DEWAN: DPRD BULELNEG SUMBANG RP 22,5 JUTA UNTUK TIM MEDIS COVID-19

“Karena sebagian besar adalah anak belum dewasa maka orang tuanya diberitahukan untuk menjemput anaknya di Polres, sedangka 7 sepeda motor masih diamankan di Polres Buleleng,” kata Kasat Muliadi.

Ia sangat menyayangkan, ulah sebagian besar pembalap liar itu masih anak-anak tetapi sudah terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum. “Seharusnya anak-anak itu sudah tidur di rumah, harapan pihak Kepolisian orang tua juga wajib menjaga dan mengawasi anaknya apalagi situasi pandemi covid 19, lebih baik dirumah saja bila tidak ada kepentingan agar tidak terkena virus corona,” harap Kasat Muliadi

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *