20 Januari 2021

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

SEPASANG REMAJA MANDI DI PANTAI JIMBARAN, DIHANTAM OMBAK, SATU TEWAS

2 min read

MANGUPURA-JARRAKPOSBALI.COM – Ketika semua Kawasan pantai ditutup di saat wabah pandemic COVID-19, beberapa orang nekad berenang karena lolos dari pengawasan petugas.

Seperti sepasang remaja bernama I Nyoman Bagus Kresna, 20, dan Ni Putu Ananda Yuluastri Dewi, 18, keduanya tercatat sebagai pelajar. Bagus Kresna berasal Jalan Tukad Yeh Aye, Renon, begitu pula Ananda juga berasal dari Reno.

Bagaimana kisahnya? Saksi mata di lapangan menceritakan bahwa Sabtu (20/6/2020) sore kedua remaja ini ke Pantai Tegal Wangi, Jimbaran, dan berenang. Saat renang di Pantai Tegal Wangi itulah kedua pelajar tersebut terhempaskan ombak besar. Bagus Krisna tidak terselamatkan dan tewas dihantam ombak.

Sementara temannya Ananda masih dalam kondisi sadar dilarikan ke rumah sakit dan dirawat di ruang IGD Bali Jimbaran.

Baca Juga :  MAHASISWA UM KEMBANGKAN OLAHAN KOPI SELOREJO,BISA JADI ALTERNATIF IDE BISNIS DI ERA NEW NORMAL

Saat berita ini ditulis, media inidapat info bahwa Ananda sudah didampingi pihak keluarga. Sedangkan Bagus Krisna yang diseret ombak cukup jauh mayatnya baru ketemu di belakang Batu Perigi, dekat Kafe Tegal Wangi sekitar pukul 21.00 Wita. Korban Bagus Kresna pun oleh petugas langsung dievakuasi ke RSU Sanglah dengan menggunakan ambulance BPBD.

Menurut informasi yang dihimpun, sebenarnya pantai tersebut masih tutup. “Pantai di sini memang masih ditutup untuk pengunjung,bahkan portal di pintu masukpun masih terkunci. Saya heran, koq masih ada orang yang nekad masuk dan lolos dari pantauan petugas,” ungkap Wayan Wena dengan nada heran.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: POLSEK SERIRIT GELORAKAN PENGGUNAAN HELM DAN MASKER

Wena yang merupakan seorang satpam di daerah Jimbaran tersebut awalnya tengah bertugas jaga, lalu mendengar informasi dari temannya bahwa di Pantai Tegal Wangi ada orang diseret ombak. Mendengar hal tersebut, tanpa pikir panjang, Wena yang memang punya jiwa sosial serta naluri security langsung meluncur ke lokasi dan ikut membantu penyelamatan. Tak Lama kemudian petugas BPBD pun tiba memberi pertolongan.

“Kalau bisa, jangan dah dulu main nekad-nekadan kayak gini, apalagi nekad renang di laut. Kalau sudah sampai kejadian seperti ini, siapa yang disalahkah? Apa salah petugas?” ucap seorang warga yang ikut membantu dengan nada kesal.

Penulis: Beratayasa
Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *