1
Rab. Sep 23rd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

VIRUS CORONA: LAGI, SEKPROV BALI TINJAU PELABUHAN GILIMANUK

2 min read

GILIMANUK-JARRAKPOSBALI.COM – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Bali Dewa Made Indra untuk kesekian kalinya meninjau langsung perkembangan terbaru terkait penanganan di Gilimanuk, Sabtu (20/6/2020).

Sekprov Dewa Indra menjelaskan bahwa sebelumnya Gugus Tugas mengambil kebijakan untuk menyediakan layanan rapid test khususnya dalam masa arus balik lebaran, namun kini para pelintas daerah wajib melakukan rapid test secara mandiri. Dan diperbolehkan masuk Bali apabila mampu menunjukkan surat keterangan rapid test non-reaktif.

“Sekarang di Pelabuhan Ketapang saja ada 2 layanan untuk rapid test. Dulu kan tidak ada. Sekarang juga arus balik lebaran sudah selesai dan sudah sewajarnya kita ambil kebijakan (rapid test mandiri, red) tersebut,” tandas Dewa Indra seperti dilansir Humas Pemprov Bali.

Baca Juga :  HUKUM: PERAMPOKAN KEMBALI TERJADI DI GANDARIA JAKARTA SELATAN

Sedangkan untuk merespon antrean panjang kendaraan khususnya truk, menurut Sekprov Dewa Indra, sudah terselesaikan dengan melihat sendiri keadaan di lapangan dimana arus kendaraan sudah terlihat lancar. “Artinya para sopir dan penumpang kendaraan tersebut sudah memahami kebijakan kita dan menjalankannya dengan baik,” ujarnya.

Terkait kesediaan alat untuk rapid test, birokrat asal Pemaron, Kabupaten Buleleng ini menyebut kebutuhan Bali antara 1500-2000 kit rapid test setiap harinya di pintu-pintu masuk Bali sebelum kebijakan untuk melaksanakan rapid test secara mandiri bagi para pelintas daerah. Itupun khusus untuk melayani angkutan logistik.

“Setelah kita prakondisikan sejak lama, sosialisasi masif, mendorong pelayanan rapid test dan lainnya maka kita ambil kebijakan yakni semua yang masuk Bali harus melakukan rapid test secara mandiri,” tandasnya lagi.

Baca Juga :  LOCKDOWN CORONA: GUBERNUR KOSTER AJAK FORKOMPIMDA BALI KUNJUNGI BONDALEM

Dalam peninjauannya, Sekprov Dewa Indra yang didampingi pula sejumlah kepala OPD terkait meninjau langsung fasilitas rapid test bagi para pelintas daerah serta juga melihat alur pengecekan kelengkapan administrasi kependudukan yang diperlukan sebelum memasuki Bali. Seperti diberitakan sebelumnya selain memperlihatkan surat keterangan rapid test non reaktif, para pendatang juga diwajibkan membawa data kependudukan, surat keterangan kerja, keterangan penjamin serta wajib mengisi aplikasi cekdiri yang nantinya akan memantau keberadaan orang tersebut selama berada di Bali.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *