BeritaBulelengDaerahHukum dan Kriminal
Trending

Kasus Desa Julah, Polisi Tambah Tersangka

Kini Jadi Enam Orang Tersangka

SINGARAJA, Jarrak Pos BaliPolres Buleleng kembali menetapkan tersangka baru kasus pembakaran rumah yang terjadi di Desa Julah.

Setelah sebelumnya menetapkan empat orang sebagai tersangka, kini Polres Buleleng kembali menetapkan dua orang tersangka baru.

Dua orang tersebut yakni I Nyoman S (38) dan Wayan J (57), yang masuk deretan tersangka bersama IWS (30), KS (33), KS (43), dan INYK (71).

Hal ini terungkap dari konfirmasi Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya, S.H., pada hari Senin, 20 Juni 2022.

Penetapan tersangka baru ini berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan juga keterangan dari empat tersangka sebelumnya.

Selain itu, hal yang mendukung penetapan dua orang tersebut sebagai tersangka yakni adanya barang bukti berupa sisa barang yang terbakar.

Jarrak Travel

“Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan keterangan dari empat tersangka serta didukung dengan adanya barang bukti yang disita dan diamankan di TKP,” ungkapnya.

“Sehingga penyidik kembali menetapkan dua tersangka baru,” jelas Kasi Humas Polres Buleleng itu.

Baca Juga :  Disdikpora Buleleng Raih Predikat Pengelola PIP Terbaik 2021

Baik I Nyoman S dan Wayan J diketahui sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 12 Juni 2022 dan langsung diamankan.

“Kedua tersangka langsung diamankan untuk 20 hari kedepan di Rutan Polres Buleleng,” ujar AKP Gede Sumarjaya.

“Keenam tersangka kini mendekam di Rutan Polres Buleleng,” lanjutnya Kasi Humas Polres Buleleng itu.

Untuk saat ini, kasus pembakaran rumah di Desa Julah itu masih dalam proses pengembangan oleh penyidik Satreskrim Polres Buleleng.

Berawal dari gotong royong berujung pembakaran rumah

Sebelumnya, pada hari Kamis, 9 Juni 2022 sekitar pukul 08.00 WITA terjadi peristiwa pembakaran rumah tempat tinggal penggarap atau penyakap yakni Sahrudin (26).

Saat itu sekitar 150 orang warga Desa Adat Julah yang dipimpin oleh Kelian Adat, Ketut Sidemen; melakukan kegiatan gotong royong di atas lahan sengketa.

Baca Juga :  Porprov Bali, KONI Buleleng Kolaborasi dengan Undiksha

“Sesampai di lokasi warga melakukan persembahyangan, kemudian Kelian Adat membacakan beberapa silsilah tanah yg disengketakan,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya, S.H.

Saat itu juga, dibacakan hasil putusan PTUN yang diajukan oleh pihak penggugat.
Kerusuhan di Desa Julah
Polsek Tejakula bersama Tim Pemadam Kebakaran saat memadamkan api. Foto: Dok. Humas Polres Buleleng.

“Namun ketika arahan masih berlangsung, ada warga yang bertanya dan saat itu pula terdengar suara benturan batu seperti pelemparan mengarah ke rumah penggarap tanah sengketa tersebut,” jelas AKP Gede Sumarjaya.

Aksi pelemparan itu kemudian membuat beberapa massa lainnya terpancing dan ikut melakukan pelemparan serta melakukan pembakaran.

Massa yang mengamuk membuat Sahrudin mengalami kerugian berupa rumahnya terbakar dan kandang sapi miliknya yang rusak. (fJr/JP)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: