20 Januari 2021

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

COVID POLITIK: MANTAN KETUA DPW NASDEM BALI DIDUGA BUAT KUITANSI DANA BANPOL FIKTIF

3 min read

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Pasca pencopotan pengurus DPW NasDem Bali di bawah kendali Ida Bagus Oka Gunastawa, dan diganti dengan Julie Sutrisno Laiskodat sebagai Ketua DPW Nasdem Bali yang baru, bakal disusul dengan bongkar-bongkaran sejumlah penyelewengan keuangan di DPW NasDem Bali periode Gunastawa.

Ini pula yang bakal menjawab desas-desus seputar pencopotan Gunastawa cs dari kursi empuk di DPW NasDem Bali. Para petinggi DPW NasDem lama yang dilengserkan adalah Ketua DPW NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, Bendahara DPW I Gusti Ngurah Bagus Eka Subagiartha, dan Sekretaris Wilayah DPW Luh Putu Nopi Seri Jayanti. Dan kini DPW NasDem Bali dinakhodai oleh Julie Sutrisno Laiskodat.

Pasca “perseteruan” antara kubu mantan Ketua DPW Ida Bagus Oka Gunastawa dan Sekwil DPW NasDem Bali Luh Putu Nopi Seri Jayanti reda, isu lain mencuat. Isu yang mencuat saat ini jauh lebih berat karena bakal menyeret Gunastawa cs ke meja hijau, yakni kuintansi yang digunakan sebagai pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan politik tahun 2018 yang dikelola DPW NasDem Bali.

Kuintansi tertanggal 15 dan 16 September 2018 dengan nilai nominal masing-masing Rp 70 juta dan Rp 40 juta itu diduga kuat fiktif. Dalam keterangan kuintansi tersebut tertulis telah diterima dari DPW Partai NasDem Bali untuk pembayaran biaya pendidikan politik pembekalan caleg perempuan NasDem, 29-30 September 2018 di Enjung Beji Resort, Bedugul. Kuintansi dengan nominal Rp 70 juta tertanggal 15 September 2018 ditandatangani oleh Rosa.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: DI BALI, PASIEN TRANSMISI LOKAL TERUS MERANGKAK NAIK

Satu lagi, dalam kuintansi bernomor 0498 tertulis telah diterima dari Garnita Malahayati NasDem Bali uang sejumlah Rp 40 juta untuk pembayaran meeting room, konsumsi, dan akomodasi 200 orang, 29-30 September 2018. Kuintansi ini ditandatangani tanggal 16 September 2018 oleh Kadek Sarini.
Usut punya usut Rosa membantah telah menandatangani kuintansi dengan nominal Rp 70 juta tertanggal 15 September 2018. Tak main-main, untuk membantah hal itu, wanita bernama lengkap Tjokorda Istri Ngurah Roosany membuat surat pernyataan bermaterai 6000 tertanggal 26 Juni 2020.

“Menyatakan bahwa saya selaku ketua panitia kegiatan pembekalan caleg perempuan NasDem, DPW Garnita Malahayati NasDem Bali yang diselenggarakan pada tanggal 29-30 September 2018 di Tanjung Beji Resort, Bedugul, Bali tidak pernah menandatangani kuintansi sejumlah Rp 70 juta yang diterima dari DPW Partai NasDem Bali tertanggal 15 September 2018. Kuintansi tersebut di atas dipakai dalam laporan penggunaan dana Banpol 2018 Partai NasDem Provinsi Bali. Demikian pernyataan yang saya buat sebenar-benarnya secara sadar, tanpa ada paksaan dari pihak manapun agar dapat dipakai sebagaimana mestinya,” tulis wanita yang akrab disapa Tjok Rosa itu.

Sayang Tjok Rosa yang dikonfirmasi media ini, Selasa (21/7/2020) siang pukul 12.32 wita, enggan memberikan penjelasan. Ia malah menyuruh media ini untuk menghubungi Luh Putu Nopi Seri Jayanti. “Siang Pak,,mohon Maaf hub kk nopi saja nggih. Ke nopi saja,,dia yg urus masalah Nike nggih,,ampure,” ucap Tjok Rosa menjawab chat WhatsApp (WA) media ini.

Baca Juga :  KAPOLRES BULELENG PIMPIN OPERASI SERGAP BEGAL DI SHORTCUT TITIK 5 DAN 6

Sikap sama juga ditujukan mantan Ketua DPW NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa. Saat dikonfirmasi media ini via WhatsApp pukul 20.47 wita, Selasa (21/7/2020) malam, Gunastawa tidak menjawab bahkan chat WA media ini pun tidak dibaca sama sekali hingga pukul 21.25 wita.

Terkait kuintansi diduga fiktif yang digunakan sebagai pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan politik tahun 2018 oleh DPW NasDem Bali, Julie tidak menjawab. Istri Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat itu memilih bungkam dan hanya membaca pesan whatsapp yang dikirim Selasa (21/7/2020).

Sekretaris Wilayah DPW NasDem Bali, Nyoman Winata juga tak berkomentar banyak merespons dugaan penyelewengan dana banpol yang bersumber dari kas daerah alias uang rakyat itu. “Saya terima dulu infonya ya sebagai orang baru,” jawabnya Selasa (21/7/2020).

Akibat COVID Politik yang menghantam NasDem Bali, DPP NasDem memilih Julie Sutrisno Laiskodat untuk menakhodai NasDem Pulau Dewata. “Ratu Tenun NTT” itu menerima tongkat kepemimpinan DPW NasDem Bali dari Ketua DPP Partai NasDem Bidang OKK, Sri Sajekti Jeanette Sudjunadi yang sebelumnya sebagai Plt Ketua DPW NasDem Bali, pada Selasa (14/7/2020) malam.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *