1
Connect with us

Berita

COVID POLITIK: MANTAN KETUA DPW NASDEM BALI DIDUGA BUAT KUITANSI DANA BANPOL FIKTIF

Published

on

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Pasca pencopotan pengurus DPW NasDem Bali di bawah kendali Ida Bagus Oka Gunastawa, dan diganti dengan Julie Sutrisno Laiskodat sebagai Ketua DPW Nasdem Bali yang baru, bakal disusul dengan bongkar-bongkaran sejumlah penyelewengan keuangan di DPW NasDem Bali periode Gunastawa.

Ini pula yang bakal menjawab desas-desus seputar pencopotan Gunastawa cs dari kursi empuk di DPW NasDem Bali. Para petinggi DPW NasDem lama yang dilengserkan adalah Ketua DPW NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, Bendahara DPW I Gusti Ngurah Bagus Eka Subagiartha, dan Sekretaris Wilayah DPW Luh Putu Nopi Seri Jayanti. Dan kini DPW NasDem Bali dinakhodai oleh Julie Sutrisno Laiskodat.

Pasca “perseteruan” antara kubu mantan Ketua DPW Ida Bagus Oka Gunastawa dan Sekwil DPW NasDem Bali Luh Putu Nopi Seri Jayanti reda, isu lain mencuat. Isu yang mencuat saat ini jauh lebih berat karena bakal menyeret Gunastawa cs ke meja hijau, yakni kuintansi yang digunakan sebagai pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan politik tahun 2018 yang dikelola DPW NasDem Bali.

Kuintansi tertanggal 15 dan 16 September 2018 dengan nilai nominal masing-masing Rp 70 juta dan Rp 40 juta itu diduga kuat fiktif. Dalam keterangan kuintansi tersebut tertulis telah diterima dari DPW Partai NasDem Bali untuk pembayaran biaya pendidikan politik pembekalan caleg perempuan NasDem, 29-30 September 2018 di Enjung Beji Resort, Bedugul. Kuintansi dengan nominal Rp 70 juta tertanggal 15 September 2018 ditandatangani oleh Rosa.

Baca Juga :  Ini 10 Orang Terkaya di Indonesia, Pebisnis Rokok, CPO & Petrokimia Mendominasi

Satu lagi, dalam kuintansi bernomor 0498 tertulis telah diterima dari Garnita Malahayati NasDem Bali uang sejumlah Rp 40 juta untuk pembayaran meeting room, konsumsi, dan akomodasi 200 orang, 29-30 September 2018. Kuintansi ini ditandatangani tanggal 16 September 2018 oleh Kadek Sarini.
Usut punya usut Rosa membantah telah menandatangani kuintansi dengan nominal Rp 70 juta tertanggal 15 September 2018. Tak main-main, untuk membantah hal itu, wanita bernama lengkap Tjokorda Istri Ngurah Roosany membuat surat pernyataan bermaterai 6000 tertanggal 26 Juni 2020.

“Menyatakan bahwa saya selaku ketua panitia kegiatan pembekalan caleg perempuan NasDem, DPW Garnita Malahayati NasDem Bali yang diselenggarakan pada tanggal 29-30 September 2018 di Tanjung Beji Resort, Bedugul, Bali tidak pernah menandatangani kuintansi sejumlah Rp 70 juta yang diterima dari DPW Partai NasDem Bali tertanggal 15 September 2018. Kuintansi tersebut di atas dipakai dalam laporan penggunaan dana Banpol 2018 Partai NasDem Provinsi Bali. Demikian pernyataan yang saya buat sebenar-benarnya secara sadar, tanpa ada paksaan dari pihak manapun agar dapat dipakai sebagaimana mestinya,” tulis wanita yang akrab disapa Tjok Rosa itu.

Sayang Tjok Rosa yang dikonfirmasi media ini, Selasa (21/7/2020) siang pukul 12.32 wita, enggan memberikan penjelasan. Ia malah menyuruh media ini untuk menghubungi Luh Putu Nopi Seri Jayanti. “Siang Pak,,mohon Maaf hub kk nopi saja nggih. Ke nopi saja,,dia yg urus masalah Nike nggih,,ampure,” ucap Tjok Rosa menjawab chat WhatsApp (WA) media ini.

Baca Juga :  NBA: CLIPPERS KALAH 115-142 ATAS TIMBERWOLVES

Sikap sama juga ditujukan mantan Ketua DPW NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa. Saat dikonfirmasi media ini via WhatsApp pukul 20.47 wita, Selasa (21/7/2020) malam, Gunastawa tidak menjawab bahkan chat WA media ini pun tidak dibaca sama sekali hingga pukul 21.25 wita.

Terkait kuintansi diduga fiktif yang digunakan sebagai pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan politik tahun 2018 oleh DPW NasDem Bali, Julie tidak menjawab. Istri Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat itu memilih bungkam dan hanya membaca pesan whatsapp yang dikirim Selasa (21/7/2020).

Sekretaris Wilayah DPW NasDem Bali, Nyoman Winata juga tak berkomentar banyak merespons dugaan penyelewengan dana banpol yang bersumber dari kas daerah alias uang rakyat itu. “Saya terima dulu infonya ya sebagai orang baru,” jawabnya Selasa (21/7/2020).

Akibat COVID Politik yang menghantam NasDem Bali, DPP NasDem memilih Julie Sutrisno Laiskodat untuk menakhodai NasDem Pulau Dewata. “Ratu Tenun NTT” itu menerima tongkat kepemimpinan DPW NasDem Bali dari Ketua DPP Partai NasDem Bidang OKK, Sri Sajekti Jeanette Sudjunadi yang sebelumnya sebagai Plt Ketua DPW NasDem Bali, pada Selasa (14/7/2020) malam.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JOKOWI LEBIH PILIH TRI HANDOKO, ETNIS NON-BALI PERTAMA JADI DIRJEN BIMAS HINDU

Published

on

By

JAKARTA-JARRAKPOSBALI.COM – Setelah lama ditunggu umat Hindu, akhirnya Presiden Jokowi memilih dan penetapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu, Kementerian Agama RI periode 2020-2025.

Siapakan dia? Ternyata pilihan Presiden Jokowi cukup mengejutkan umat Hindu di Indonesia. Sang Dirjen Bimas Hindu pilihan Presiden Jokowi adalah Dr Tri Handoko Seto, SSi MSc.

Melansir NusaBali, terpilihnya Tri Handoko sebagai Dirjen Bimas Hindu menjadi catatan sejarah dalam kepemimpinan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama selama ini. Baru kali ini posisi Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI diisi pejabat beragama Hindu dari etnis non-Bali.

Tri Handoko mengusur dua guru besar dari dua perguruan tinggi ternama di Bali bahkan nasional. Kedua guru besar yang tergusur alias kalah adalah Guru Besar IHDN Denpasar Prof Dr Drs I Nengah Duija MSi, dan Guru Besar Ilmu Manajemen Undiknas Prof Dr Ida Bagus Raka Suardana SE MM.

Tri Handoko akan menjabat Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI periode 2020-2025 menggantikan Prof I Ketut Widnya MA MPhil PhD.

Menurut informasi, Tri Handoko terpilih melalui sidang tim penilai akhir (TPA) yang berlangsung secara tertutup.
Masih menurut NusaBali, penetapan tidak hanya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri, melainkan ada 10 menteri dan lembaga seperti pimpinan BIN, Kepala PPATK, Menteri PAN RB, Kepala BKN, Mensesneg dan Mensekab.

Menurut rencana, Tri Handoko akan dilantik oleh Menteri Agama, Fachrul Razi, Senin (10/8/2020) besok di Kementerian Agama RI.

“Keppres sudah turun, tapi tidak diumumkan. Yang terpilih bapak Tri Handoko Seto. Insya Allah akan dilantik hari Senin nanti,” ujar Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI, Saefuddin A Syafei, kepada NusaBali melalui pesan elektronik singkat, Sabtu (8/8/2020) malam.

Baca Juga :  DUA PECATAN POLISI PIMPIN MAFIA NARKOBA DI BULELENG, DIBEKUK SATRNAKOBA

“Penetapan telah dilakukan Presiden Jokowi pada 3 Agustus lalu dan pelantikan digelar pada, Senin besok,” sambung Syafei.

Mengutip NusaBali, Tri Handoko mengaku belum menerima pengumuman secara resmi. Oleh karena itu, pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT ini belum mau mengomentari hasil tersebut. “Nanti saja mbak,” katanya singkat.

Namun sebelumnya Tri Handoko mengatakan, jika terpilih sebagai Dirjen Bimas Hindu, dirinya telah memiliki sejumlah program. Antara lain, dia ingin posisi Dirjen Bimas Hindu dipegang secara profesional dalam melayani umat Hindu di Nusantara. Langkah yang akan dia lakukan adalah meningkatkan profesionalisme pegawai dengan cara tidak biasa dan cepat. Pegawai yang kurang kompeten akan diberi Diklat.

Selanjutnya dia akan melakukan perubahan dalam pola kerja dengan membenahi pemberian reward dan punishment. Kemudian membangun dan melayani umat dari pinggiran, karena umat Hindu tidak hanya berada di Bali saja. Melainkan ada di daerah-daerah lain, seperti di Toraja dan Bugis di Sulawesi Selatan, Maluku, Sumatera dan Jawa.

“Di sana kita tingkatkan SDM mereka dan bantu perekonomian mereka agar ke depan lebih maju dan sejajar dengan umat lainnya,” papar pria yang juga sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) ini. Tak ketinggalan, Dirjen Bimas Hindu tidak hanya berpatokan pada kantornya saja.

Baca Juga :  UPDATE PENANGGULANGAN COVID-19 BALI, JUMAT 31 JULI 2020

Tapi, kata dia, harus sharing sumber daya yang ada dengan cara kerjasama dengan PHDI yang tersebar di kecamatan-kecamatan, aktivis maupun unsur lembaga keumatan lainnya. Program pendidikan juga menjadi perhatian Tri Handoko. Menurutnya, ke depan harus ada perbaikan kurikulum mata pelajaran Agama Hindu untuk SD sampai SMA.

Dipaparkannya, kurikulum yang lebih menekankan pada pemahaman siswa terhadap agama Hindu baik dari sisi tatwa, etika maupun susila secara berimbang. Lalu dilakukan perbaikan pendidikan di perguruan tinggi Hindu. Di mana kualitas SDM perguruan tinggi Hindu harus diupgrade secara signifikan. Standar kualitas mahasiswa dan dosen harus ditingkatkan pula.

Data yang diperoleh media ini dari akun resmi Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, IBP Mastra merupakan pejabat Dirjen Bimas Hindu pertama dari tahun 1966-1973. Kala itu masih bernama Dirjen Bimas Hindu dan Buddha. Kemudian Gde Pudja, SH, MA, menjabat Dirjen Bimas Hindu dan Buddha pada periode 1973-1985.

Lalu, periode ketiga (1985-1994) dijabat Drs I Gusti Agung Gede Putra. Periode keempat (1994-1997) dijabat I Ketut Pasek. Periode kelima (1997-2000) dijabat Ir I Wayan Gunawan.

Kemudian Drs I Wayan Suarjaya MSi menjadi Dirjen Bimas Hindu dan Budha pada periode keenam yakni 2000-2006.

Kemudian terjadi pemisahan Bimas Hindu dan Bimas Budha. Di era 2006-2014, Dirjen Bimas Hindu dijabat Prof Dr IBG Yudha Triguna, MS. Terakhir periode kedelapan (2014-2020) dijabat Prof Drs I Ketut Widnya, MA, MPhil, Ph.D.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Berita

BUNDA PUTRI KOSTER SAPA NELAYAN DI ACARA “TEGUR SAPA” DI KAMPUNG MANGROVE

Published

on

By

KUTA-JARRAKPOSBALI.COM – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster hadir menyapa para nelayan Patasari pada acara ‘Tegur Sapa’ di Kampung Mangrove, Muara Tukad Mati, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (9/8/2020).

Dalam arahannya, Ny Putri Koster menyampaikan apresiasi serta penghargaan kepada para nelayan Patasari yang telah bekerja keras bersama-sama berupaya menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan mangrove atau hutan bakau, sehingga lingkungan menjadi bersih, asri dan nyaman.

Ny Putri Koster yang akrab dipanggil Bunda Putri ini juga menyampaikan bahwa menjaga kawasan mangrove tidak hanya tanggung jawab para nelayan semata tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama untuk masa depan anak cucu kita nantinya.

Sehubungan dengan itu, Bunda Putri mengajak keterlibatan generasi muda, para ibu PKK serta seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga kelestarian, kebersihan dan keasrian kawasan mangrove. Dengan kawasan mangrove yang terjaga kebersihan serta kelestariannya, ke depannya tidak hanya akan memberi dampak positif pada lingkungan, juga nantinya bisa dikembangkan menjadi kawasan dan paru-paru yang dapat penyuplai oksigen di tengah kota, ujar pendamping orang nomor satu di Bali itu.

Baca Juga :  Ini 10 Orang Terkaya di Indonesia, Pebisnis Rokok, CPO & Petrokimia Mendominasi

Bunda Putri juga menekankan pentingnya pengolahan sampah yang berasal dari sumbernya, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di TPA ataupun di sungai yang berujung ke laut. Untuk itu, Bunda Putri meminta agar pengolahan sampah di sumbernya semakin diintensifkan bahkan jika memungkinkan sampah diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.
Sementara itu, Ketua Nelayan Patasari Jero Dolphin menyampaikan bahwa dulunya lokasi ini adalah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang kemudian melalui perjuangan para nelayan didukung pemerintah, dari tahun 2009 telah berhasil menata kawasan Muara Tukad Mati ini menjadi seperti saat ini.

Dengan beranggotakan sebanyak 202 nelayan, kata Jeo Dolphin, pihaknya berupaya keras melakukan normalisasi sungai, menanam mangrove dan melepas satwa yang hidup pada habitat yang ditumbuhi pohon mangrove.

Baca Juga :  KAKANWIL IMAM SUYUDI LANTIK 52 PEJABAT DI LINGKUP KANWIL KEMENHUM-HAM JABAR

Kerja keras para nelayan ini berbuah manis dengan diraihnya penghargaan Kalpataru oleh Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari pada tahun 2019. Ke depannya, lanjut dia, pihaknya berharap penataan kawasan mangrove ini dapat terus dilanjutkan, sehingga bisa menjadi kawasan eco edu wisata mangrove. Dikatakan, satu sisi kawasan mangrove bisa menjaga alam dengan mencegah terjadi abrasi, di sisi lain ada nilai ekonomis yang bisa dinikmati masyarakat sekitar.

Pada acara yang turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Badung dan pemilik Krisna Oleh Oleh Bali yang terkenal dengan sebutan Ajik Krisna serta anggota nelayan Patasari, Ny Putri Koster berkesempatan menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada para nelayan, disusul melakukan penanaman mangrove.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Berita

PASAR GOTONG-ROYONG: BUNDA PUTRI KOSTER BILANG BERDAMPAK POSITIF BAGI WARGA

Published

on

By

KUTA-JARRAKPOSBALI.COM – Ny Putri Suastini Koster mengungkapkan kebanggaan saat menghadiri ‘Gebyar Pasar Minggu’ yang dilaksanakan manajemen Krisna Oleh-Oleh di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (9/8/2020).

Melansir Humas Pemprov Bali, di pasar yang melibatkan para petani itu, menyediakan sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ratusan pengunjung ‘Gebyar Pasar Minggu’ mendapatkan bahan sayuran yang segar dengan harga yang cukup murah. Hal ini dikarenakan petani yang langsung membawa hasil panennya kemudian bertransaksi dengan para pembeli di pasar tersebut.

Sesaat setelah meninjau ‘Gebyar Pasar Minggu’, Ny Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri Koster itu mengharapkan kegiatan ini dapat memacu semangat pengusaha lainnya untuk ikut menyiapkan pasar gotong royong di wilayahnya masing-masing.

“Dengan demikian, kita dapat membantu upaya pemasaran hasil panen pada petani, di tengah lesunya daya beli masyarakat sebagai dapat pandemi Covid-19,” ujarnya di antara para penunjung yang bertransaksi untuk mendapatkan bahan sayur segar, ikan, bumbu dapur dan lainnya.
Sejumlah kebutuhan pokok mulai dari jenis sayur dijual dengan harga Rp 2.000-Rp 10.000 per kg, telur dijual Rp 8.000 per 10 butir, beras merah Rp 18.000 dan beras C4 seharga Rp 55.000 per kg, dan buah bisa dibeli mulai dari harga Rp 7.000 sampai Rp 24.000 per kilogramnya.

Baca Juga :  PILWALI SOLO 2020: DIDUKUNG GOLKAR, GIBRAN-TEGUH BAK ‘RAKSASA’ TAK TERTANDINGI

Bunda Putri Koster bangga dengan kesempatan ini, di mana para petani dapat berjualan langsung di halaman Krisna Oleh-Oleh dan memberi dampak positif bagi warga sekitar untuk membeli kebutuhan dapur dengan harga yang relatif terjangkau.

“Mari kita bergotong royong membangkitkan pekonomian masyarakat secara perlahan, sekaligus memberikan kesempatan pada petani untuk menyalurkan hasil panennya kepada masyarakat umum, karena saat ini hasil pertanian yang sebelumnya terserap oleh hotel dan restoran mengalami keanjlokan karena tidak tersalurkan pemasarannya dengan baik,” ujar pendamping orang nomor satu di Bali itu.

Seniman muntitalenta itu menyebutkan, harga jual hasil panen petani yang disalurkan melalui tengkulak sangat jauh dengan harga jual di pasaran pada umumnya. Dengan adanya wadah yang memberikan mereka tempat dan lahan berjualan, maka para petani ini akan dapat langsung memberikan harga dasar kepada masyarakat luas.

Baca Juga :  Ini 10 Orang Terkaya di Indonesia, Pebisnis Rokok, CPO & Petrokimia Mendominasi

“Hal ini tentu saja memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak, yakni hasil panen petani terserap ke pasar dengan baik, dan bagi konsumen juga diuntungkan dengan mendapatkan sayuran segar dan harga yang cukup murah,” ujar Ny Putri Koster.

Seperti yang diungkapkan I Made Sandi, seorang petani asal Munduk Andong, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan yang merasa sangat bersyukur masih ada pihak yang peduli dengan keadaan para petani. “Bersyukur kami dapat menjual hasil panen yang sejak wabah Virus Corono cukup sulit untuk dapat menyalurkannya ke pasaran,” ujarnya, berbangga.

Pihak penyelenggara ‘Gebyar Pasar Minggu’ menyatakan bahwa kegiayan ini dimaksudkan untuk melakukan sinergitas antara pemerintah, pihak swasta dan petani dalam rangka pemasaran yang sehat dengan kualitas yang baik dan harga terjangkau. Pasar ini diharapkan menjadi momen bagi semua pihak untuk turut menikmatinya, sehingga sayur organik juga bisa dibeli dengan harga murah.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Trending