25 Januari 2021

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PARIWISATA: 40 ANGGOTA POKDARWIS DAN PERANGKAT DESA KUTI PELATIHAN DI LOVINA

3 min read

LOVINA-JARRAKPOSBALI.COM – Di saat kabupaten lain di Bali seperti Tabanan sudah membuka DTW-nya pasca diberlakukannya era new normal 9 Juli 2020 lalu, Buleleng malah baru melakukan persiapan.

Seperti Selasa (21/7/2020) di Hotel Aneka Lovina, Dinas Pariwisata menggelar pelatihan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan juga perangkat desa. Konon ini sebagai upaya mempersiapkan Pokdarwis dan perangkat desa untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada.

Pelatihan itu dikemas dengan kegiatan “Pelatihan Tatakelola Destinasi Pariwisata Buleleng”.

Pelatihan ini dibuka SekKAB Buleleng Drs Gede Suyasa, M.Pd, dengan ditandai pengalungan nama peserta. Pelatihan tata kelola destinasi pariwisata ini diikuti sebanyak 40 orang terbagi dari Pokdarwis dan juga perangkat Desa.

Ditemui usai acara, Drs Gede Suyasa, M.Pd, mengatakan pariwisata yang ada di Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng pada khususnya telah mengalami tantangan yang cukup berat selama tiga bulan belakangan ini akibat pandemi COVID-19. Aktivitas sektor pariwisata mengalami kevakuman karena harus menyesuaikan dengan pembatasan-pembatasan sosial yang diberlakukan pemerintah, guna mempersempit ruang gerak penularan wabah ini.

Namun, dengan dimulainya adaptasi kebiasaan baru yang disyaratkan pemerintah baru-baru ini, seluruh aspek kehidupan didorong untuk produktif di tengah pandemi namun tetap memperketat protokol kesehatan sehingga tetap aman dari penularan virus.

Baca Juga :  TNI: KODIM 1619/TABANAN GELAR DONOR DARAH, DAPAT 26 KANTONG DARAH

“Kita tahu benar karena covid-19 ini begitu banyak dampak yang kita rasakan, baik itu perorangan maupun di dunia usaha seperti perhotelan atau destinasi wisata. Oleh karena itu Pemkab Buleleng saat ini juga berjuang sungguh-sungguh bersama membangkitkan kembali tempat usaha dan industri pariwisata yang macet atau tidak berjalan selama pandemi covid-19,” ucapnya.

Suyasa menambahkan, dalam mencapai tata kelola destinasi wisata yang ideal, perlu memperhatikan beberapa hal seperti pendekatan partisipasi unsur-unsur yang terkait, pendekatan potensi dan karakteristik destinasi itu sendiri, pemberdayaan masyarakat serta faktor jaringan fasilitas pendukung yang sesuai serta adaptasi kenormalan baru.

Dengan adanya pelatihan tata kelola destinasi pariwisata, Gede Suyasa mengajak semua pihak untuk tetap memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan sehingga tetap produktif dan aman di tengah pandemi. Dia juga berharap pelatihan tata kelola destinasi pariwisata yang akan dilaksanakan ini dimanfaatkan secara baik dalam meningkatkan kapasitas destinasi pariwisata yang dimiliki demi meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Buleleng.

“Di tatanan kehidupan era baru ini para pokdarwis, perangkat desa serta para Pelaku pariwisata ada beberapa tambahan persyaratan protokol kesehatan yang harus mereka yang harus mereka pahami dan dicermati. Hali ini dikarenakan seandainya terjadi kasus di tempat destinasinya maka beresiko pada tempat tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :  DIDUGA DIBACK-UP APARAT PENEGAK HUKUM, DANDIM YANG SERGAP PELAKU ILEGAL LOGING

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Made Sudama Diana, S.Sos., MM menjelaskan, Pelatihan Pemandu Wisata Tata Kelola Destinasi Wisata DAK Non Fisik dari Kementrian Pariwisata RI bagi para pengelola Pariwisata yang tersebar di wilayah Kabupaten Buleleng.

“Dengan pelatihan ini Para Pelaku pariwisata dapat mempersiapkan diri menghadapi tatanan kehidupan Era Baru atau era normal baru,” jelasnya

Selain itu juga, kata dia, pelatihan ini dapat mendorong pelayanan prima menghadapi era normal baru dengan menggunakan protokol COVID-19. Ditambahkannya tata kelola destinasi pariwisata memerlukan eksplorasi tatanan nilai, lokalitas, keseimbangan, leadership dan akuntabilitas agar menciptakan keunggulan destinasi yang berkualitas. “Di tatanan kehidupan era baru pokdarwis, perangkat desa maupun para pelaku pariwisata benar-benar dapat mengelola pariwisata yang ada di Buleleng sesuai dengan Protokol Kesehatan,” tutupnya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber antara lain dosen Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali IB, Gede Agus Widana, Sh.Dipl.TM.M.Par dan juga dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja DR I Gede Budasi, M.Ed.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *