SINGARAJA-jarrakposbali.com | Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat sampai 25 Juli 2021. Pelonggaran baru akan dilakukan pada 26 Juli 2021 jika kasus menurun.Hal tersebut disiarkan melalui kanal YouTube sekretariat kepresidenan Selasa, (20/7/2021).

Dengan diberlakukannya perpanjangan PPKM diwilayah Bali, akan berakibat semakin terpurukya perekonomian masyarakat Bali yang notabene mengantungkan hidup dari sektor pariwisata,pedagang dan pelaku UMKM lainnya yang ada di wilayah Bali. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang warga masyarakat, Jero Made wira yasa dalam wawancara dengan awak media jarrakposbali Rabu, (21/7). Dalam wawancaraya, Jero Made wira Yasa, menyampaikan bahwa, ada 11 poin yang harus disikapi berkaitan dengan diberlakukannya PPKM darurat.

“Kami Rakyat kecil yang berprofesi sebagai pedagang sangat Sulit menjalankan hidup ketika ada PPKM. Kami memberikan Pemikiran Kepada Bapak Presiden RI :

1. Jika  kita ikuti terus varian – varian covid, pasti tidak ada berakhirnya , mungkin ber-seri covid ini.

2. Waktu penangan covid tidak bisa di pastikan kapan berakhir? Berapa Anggaran yang harus di keluarkan juga tidak bisa di pastikan, karena jumlah orang sakit bisa bertambah dan juga bisa berkurang.

Baca Juga :  KORUPSI: PERBEKEL BANJAR JADI TERSANGKA DI KEJATI BALI?

3. Kalau di lakukan PPKM masyarakat kecil seperti kami yang menjadi korban. Karena harus bayar anak sekolah, bayar listrik, tanggungan biaya hidup dan banyak pengeluaran yang tidak mungkin di tanggung oleh Negara.

4. PPKM kalau berlanjut terus , masyarakat mungkin banyak sakit karena stres, karena kelaparan dan bisa angka bunuh diri meningkat. Kehidupan masyarakat seperti kami bisa hancur, Karena tidak kuat menghadapi tekanan hidup yang begitu berat.

5. Solusi yang terbaik Bagi kami adalah Pemerintah membentuk Team Pembina Hidup Sehat untuk melawan Covid. Masyarakat di beri bimbingan agar bisa melawan Covid dengan Memprotek diri ( menggunakan protokol kesehatan yang lengkap ) agar tidak kena serangan Virus Covid.

6. Dengan adanya poin ke-5, maka pemerintah harus melonggarkan aktivitas masyarakat.

7. Kita harus Yakin kekuatan Tuhan Tuhan yang Maha Esa, kita tingkatkan Ibadah seluruh umat ber-Agama dan Kiita tingkatkan diri kita bertaqwa kpd Sang Pencipta. Agar Tuhan melindungi NKRI dari segala bentuk bahaya.

8. Kita tetap waspada kpd virus yg merusak kesehatan dgn pengamanan diri di perketat, menggunakan masker, dan kebersihan lingkungan terus ditingkatkan. Masyarakat berikan kelonggaran ber-aktivitas dan kwalitas kesehatan Rakyat pasti meningkat.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: BRIMOB POLDA BALI GELAR PATROLI CIPTA KONDISI

9. Dengan di jalankan poin ke-8 Jadi kita bisa hidup Normal, tetapi berdampingan dgn virus dan tetap waspada adanya virus. Kehidupan Rakyat Bisa lurus dan kriminal bisa menurun . Negara pun bisa meningkat pendapatannya.

10. Setiap bepergian harus menggunakan pelindung diri, setiap pulang ke rumah harus bersihkan dulu badan baru ketemu keluarga, cuci semua pakaian secara mandiri,

11. Team Pembina Hidup Sehat dari Independent.  Tugasnya : Memberikan bimbingan kesehatan kpd Rakyat secara VirtualVirtual,” Ujar Jero Made Wira Yasa.

Kemudian,”Bagi kami Virus Covid sulit di hilangkan. Namun solusinya perketat menjaga diri terhadap virus, sekalipun setahun di PPKM , Virus Covid sulit di hilangkan,”tegas Jero Made Wira Yasa.

Selanjutnya,”Harapan kami Pemerintah Agar mengerti Keadaan Masyarakat dampak dari PPKM dan mungkin Pemerintah mengbil solusi terbaik. Demikian Made wira yasa,”pungkas Jero Made Wira Yasa.(td/JP) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here