Berita

WBP Beragama Hindu Ikuti Dharma Wacana Saat Piodalan Ageng di Pura Rutan Bangli

BANGLI, jarrakposbali.com ! Karya Piodalan Ageng di Pura Rutan Bangli digelar bertepatan dengan Buda Kliwon Ugu, Rabu (21/9/2022).

Karya Piodalan Ageng tersebut dipuput
Pengelingsir Kedatuan Alang Sanja Bebalang Bangli, Ida Ratu Dewa Natha Putra Bangli. Dihadiri oleh Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangli I Wayan Agus Miarda, beserta para pegawai dan seluruh WBP yang beragama Hindu.

Selain diisi dengan kegiatan persembahyangan bersama, sejumlah WBP yang hadir juga disuguhi dengan berbagai pertunjukan seni. Diantaranya, Tari Topeng, Tari Rejang Pendet serta
tetabuhan dari yayasan pendidikan Gurukula Bangli.

Dalam kegiatan tersebut juga diisi dengan ceramah (Dharma Wacana) dari Ida Ratu Dewa Natha Putra Bangli. Sejumlah pegawai dan WBP Rutan Bangli yang hadir saat itu nampak khusuk mendengarkan ceramah yang penuh mengandung nilai-nilai luhur.

Baca Juga :  GUBERNUR BALI KOMIT BANGKITKAN EKONOMI KERAKYATAN BERBASIS POTENSI LOKAL

Usai Dharma Wacana, kegiatan dilanjutkan dengan upacara Melukat dan Mejaya-jaya. Upacara ini merupakan simbol peleburan dosa dalam Ajaran Agama Hindu.

Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangli, I Wayan Agus Miarda, kepada redaksi jarrakposbali.com mengatakan, kegiatan Dharma Wacana atau ceramah keagamaan ini dilaksanakan pada hari yang baik ini, diharapkan sebagai
pemenuhan kebutuhan batin warga binaan untuk merenungi kesalahannya yang telah diperbuat.

Baca Juga :  Bupati Suwirta Menjadi Narasumber Soal Pembinaan Kentraman dan Ketertiban Jelang Nataru
  Jarrak Travel

Demikian halnya dalam pelaksanaan upacara Melukat menurut Agus Miarda, dalam kepercayaan Umat Hindu bermakna peleburan dosa. Sehingga semua peserta bisa merenunginya dan tidak akan mengulangi lagi berbuat dosa.

“Semoga di hari suci ini dan bertepatan dengan piodalan Ageng di Pura Rutan ini, para WBP bisa merenungi kesalahannya, sehingga pada saatnya nanti kembali ke keluarga dan masyarakat bisa berbuat baik untuk keluarga dan masyarakat. Serta yang terpenting tidak akan kembali lagi ke sini,” tutup Karutan Bangli.(dewa Darmada)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: