1
Ming. Sep 27th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

CEPAT TANGANI BENCANA, BPBD DAN PUPPR DIPUJI WABUP SUTJIDRA

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Wakil Bupati Buleleng, Bali, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengapresiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Buleleng yang telah bergerak cepat mengatasi kejadian bencana alam di Buleleng akhir-akhir ini.

“Saya sangat mengapresiasi atas respon cepat para petugas BPBD bersama dinas PUPR dalam mengatasi bencana tanah longsor di Kecamatan Sukasada yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem angin kencang dan hujan lebat belakangan ini terjadi,” puji Wakil Bupati, Nyoman Sutjidra, Jumat (21/2/2020) pagi usai apel krida di Taman Kota Singaraja.

Menurut Sutjidra, secara geografis Buleleng yang terdiri dari daerah pegunungan dan lembah ini sangat berpotensial terhadap dampak cuaca ekstrem. Sehingga setiap tahunnya masyarakat Buleleng tetap siaga terhadap dampak perubahan cuaca tersebut.

“Angin kencang, hujan lebat ini setiap tahun terjadi di Buleleng. Selain akibat dari topografi Buleleng, ini juga dikarenakan perubahan iklim secara menyeluruh. Seperti yang terjadi belakangan ini di beberapa Kecamatan di Buleleng,” tutur Sutjidra.

Baca Juga :  POLEMIK AIR: BUPATI AGUS KASIH SUBSIDI OPERASIONAL UNTUK DESA LES DAN PENUKTUKAN

Masih kata Sutjidra, dampak bencana alam ini dapat di minimalisir. Selain para petugas yang 24 jam memantau titik-titik rawan bencana, masyarakat juga harus dapat membaca keadaan sekitarnya terutama yang tinggal di daerah pegunungan dan pesisir pantai.

“Kecekatan para petugas harus dipertahankan, termasuk kesiapsiagaan BPBD, PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup dalam bekerjasama guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak buruk akibat cuaca ekstrem ini,” ucap Sutjidra.

Orang nomor dua di Buleleng ini juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan terutama menjaga saluran air agar tetap lancar. “Khusus masyarakat yang tinggal di pegunungan dan pesisir pantai agar waspada dari angin kencang dan hujan lebat yang bisa menimbulkan tanah longsor dan gelombang tinggi,” tambah Sutjidra.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, SH, M.Si, menyebutkan bencana alam tanah longsor di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada, pohon tumbang di Desa Ularan Kecamatan Seririt dan jembatan jobol di Desa Tinga-Tinga Kecamatan Gerokgak telah direspon cepat oleh para petugas.

Baca Juga :  NY PUTRI KOSTER AAJAK HISKI BALI KAWAL PENGEMBANGAN SASTRA MODERN

“Tim bekerja dari malam hingga pagi dini hari untuk menanggulangi dampak buruk dari bencana alam ini, bahkan selepas dari kejadian para petugas pun kembali ke kantor guna membersihkan alat-alat agar siap digunakan kembali,” ujar Ida Bagus Suadnyana.

Ida Bagus Suadnyana menjelaskan juga penanggulangan bencana ini didukung oleh Tim Terpadu dari Pemkab Buleleng yang terdiri dari BPBD Buleleng, Dinas PUPR, Satpol PP dan DLH Buleleng bersama Kopolisian Resort Buleleng melalui panggilan tanggap darurat bencana “On Call” siap bergererak ke lokasi terjadinya bencana alam.

“Seluruh petugas ini, di siap siaga kan selama 24 jam penuh untuk mengatasi dampak buruk cuaca ekstrem bencana tanah longsor dan banjir bila sewaktu-waktu terjadi terjadi di Buleleng,” pungkas Kalak BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *