1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

DIKEROYOK DUA PEMUDA PENYABANGAN, PUTU IAD LUKA PARAH

2 min read

GEROKGAK-JARRRAKPOSBALI.COM – Perang berdarah yang melibatkan pemuda dua desa di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, terjadi Minggu (21/6/2020) pukul 21.00 wita.

Dalam perang itu dua pemuda dari Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng masing-masing berinisial Putu AAJ, beralamat di Banjar Dinas Penyabangan, Desa Penyabangan, Gerokgak, dan I Kadek T.A.B, berasal dari Banjar Dinas Penyabangan, Desa Penyabangan, Gerokgak, melakukan aksi pengeroyokan terhadap korban.

Korbannya berinisial Putu IAD, 17, asal Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak. Korban menderita luka-luka cukup parah di sekujur tubuhnya. Dari gambar korban di RSUD Kabupaten Buleleng yang diperoleh media ini terlihat dengan jelas sedikitnya empat luka tusuk di punggung, masing-masing dua luka tusukan di pinggang dekat perut kiri dan kanan serta dua luka tusuk cukup parah juga di punggung atas tepatnya di bahu kiri dan kanan agak ke bawah. Diduga pelaku menggunakan pisau dalam saat menyerang korban.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: BULELENG SIAPKAN PROTOKOL KESEHATAN DI SEKTOR LAIN

Akibat empat luka tusukan yang parah itu, pakaian korban yaitu baju dan celana pendek yang dikenakan penuh dengan darah segar. Untung korban segera dilarikan ke RSUD Kabupaten Buleleng sehingga nyawanya bisa tertolonng.

Hingga berita ini diposting belum diperoleh keterangan pasti dari Polsek Gerokgak. Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana, SH, yang berulangkali dihubungi via telpon terkesan menghindari karena tidak mau mengangkat dering telpon dari media ini.

Sehingga media ini belum memperoleh kronologis kejadian yang sesungguhnya termasuk alasan terjadi perang di malam hari itu.

Namun media ini pun berusaha menggali informasi dari pihak lain. Diperoleh informasi bahwa kejadian tersebut terjadi di Jala Raya Panturan Singaraja-Gilimanuk tepatnya di wilayah Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Baca Juga :  Ini Alasan Jusuf Kalla Berani Jadi Saksi Jero Wacik dan Suryadharma Ali dalam Sidang

Konon antara pelaku dan korban sudah ada dendam lama yaitu dendam lama dari penyambutan tahun 2020 yang lalu. Baik korban dan pelaku masih berstatus pelajar.

Sementara Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, SH, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Ia menyatakan bahwa kasus ini melibatkan anak di bawah umur sehingga. Baik korban maupun kedua pelaku pun masih tergolong di bawah ini.

“Ya benar ada kasus tersebut dan langsung dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng karena baik korban dan pelaku sama-sama masih di bawah umur. Kasus ini sedang ditangani Unit PPA,” ujar Sumarjaya singkat.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *